Mentan Tantang Kampus Ciptakan Inovasi, Indonesia Menuju Negara Super Power Pangan

Mentan Amran menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada akhir Juni 2026. @jejakfaktacom/Dok. Kementan RI

Amran menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha melalui pendekatan triple helix.

Jejakfakta.com - JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk semakin aktif menciptakan inovasi pertanian yang siap diterapkan dan dihilirkan langsung untuk petani. Menurutnya, riset dan teknologi dari kampus menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara super power melalui kekuatan pangan.

Pernyataan itu disampaikan Amran usai menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada akhir Juni 2026. Forum yang diikuti lebih dari 2.600 peserta, terdiri atas rektor, dosen, ilmuwan, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi tersebut.

Amran menegaskan hasil riset kampus tidak boleh berhenti di laboratorium. Inovasi harus dihilirkan agar mampu mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga : Presiden Prabowo Hadiri PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Tegaskan Kedekatan dengan Petani dan Nelayan

"Insya Allah, kita akan berkolaborasi ke depan. Kita akan tingkatkan kolaborasi yang selama ini sudah dibangun," ujar Amran di JCC, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

Mentan memaparkan sejumlah inovasi kampus yang telah terbukti mampu mendorong lompatan produktivitas secara signifikan:

1. Produktivitas Padi: Hasil riset IPB mampu meningkatkan produktivitas padi dari rata-rata nasional 5,5 ton per hektare menjadi 9 ton, bahkan mencapai 13,9 ton per hektare.

Baca Juga : Mentan Amran Tancap Gas Bangun Ekosistem Bawang Putih, Target Swasembada 3 Tahun

2. Inovasi Peternakan: Kolaborasi dengan UGM berhasil meningkatkan bobot sapi dari sekitar 500 kilogram menjadi satu ton.

3. Benih Unggul: Kementan telah membeli benih padi unggul hasil riset IPB senilai Rp250 miliar.

4. Alat dan Mesin Pertanian: ITS mengembangkan traktor dan alat panjat kelapa, sementara ITB menghasilkan teknologi pengering (dryer).

Baca Juga : Mentan Amran Tegaskan Sanksi Tegas bagi Penyedia Benih Nakal, Anggaran Capai Rp9,95 Triliun

5. Komoditas Strategis: Unhas mengembangkan inovasi ayam dan jagung, Universitas Andalas mengembangkan gambir, serta Universitas Lampung mengembangkan ubi.

Amran menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha melalui pendekatan triple helix. Ia menegaskan Kementerian Pertanian siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar hasil riset kampus segera dihilirkan menjadi inovasi yang bermanfaat bagi petani.

Secara khusus, Amran mendorong pengembangan komoditas strategis seperti kedelai dan bawang putih untuk mengurangi ketergantungan impor. Di sektor peternakan, ia juga mendorong pengembangan teknologi semen beku dan persilangan sapi Belgian Blue dengan Brahman guna menghasilkan ternak berproduktivitas tinggi.

Baca Juga : Mentan Amran: Desa Punya Daya Tahan Kuat, Kuatnya Dolar Tak Otomatis Ancam Petani

Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Menurutnya, sinergi antara Kementerian Pertanian dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset dalam mendukung modernisasi pertanian.

Brian menyatakan pihaknya akan segera menginventarisasi berbagai hasil riset perguruan tinggi yang siap dihilirkan bersama Kementerian Pertanian. Kolaborasi ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta hasil riset kampus dihilirkan menjadi teknologi yang memperkuat kemandirian pangan nasional.

"Inovasi yang lahir dari kampus merupakan faktor utama yang akan menentukan lompatan produksi nasional. Kalau kita mau menjadi super power, tumpuannya adalah inovasi baru dari kampus," tegas Amran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru