Bupati OKI Belajar ke Makassar, Tertarik Strategi Dongkrak PAD hingga Tembus Rp2 Triliun
Bupati Ogan Komering Ilir melakukan studi tiru ke Makassar untuk mempelajari strategi peningkatan PAD yang hampir mencapai Rp2 triliun, investasi, pengelolaan fiskal, hingga pembangunan infrastruktur.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Keberhasilan Pemerintah Kota Makassar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mendekati Rp2 triliun menarik perhatian daerah lain. Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Muchendi Mahzareki, datang langsung ke Makassar untuk mempelajari strategi peningkatan PAD, investasi, hingga pembangunan infrastruktur yang diterapkan Pemkot Makassar.
Kunjungan kerja tersebut diterima Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, di Balai Kota Makassar, Kamis (9/7).
Dalam pertemuan itu, kedua pemerintah daerah bertukar pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, penguatan investasi, hingga strategi menjaga stabilitas fiskal di tengah berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Baca Juga : Penataan Telkomas Berjalan Damai, Pedagang Bongkar Lapak Secara Mandiri
Sekda Makassar Andi Zulkifly mengatakan, kondisi keuangan Pemkot Makassar tetap sehat meski mengalami pengurangan dana transfer sekitar Rp500 miliar.
"Kondisi fiskal Kota Makassar tetap terjaga dan seimbang. Walaupun dana transfer dari pemerintah pusat berkurang sekitar Rp500 miliar, kami tetap menjaga stabilitas melalui optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja," ujarnya.
Zulkifly juga memaparkan sejumlah program prioritas Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mulai dari pembangunan stadion baru di kawasan Untia yang dibiayai APBD hingga revitalisasi Pantai Losari sebagai ikon pariwisata Kota Makassar.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Minta 248 Mahasiswa KKN Unhas Jadi Agen Zero Waste dan Urban Farming
Menurutnya, Makassar terus memperkuat daya tarik investasi dengan mendorong sektor perumahan, pariwisata, dan kuliner. Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat perlindungan sosial melalui program Mulia Berjasa bagi pekerja rentan serta menjaga layanan Universal Health Coverage (UHC).
"Sosialisasi menjadi kunci agar seluruh program pemerintah dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.
Sementara itu, Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengaku sengaja memilih Makassar sebagai lokasi studi tiru karena dinilai berhasil mengelola pemerintahan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga : Kadis Kominfo Makassar Paparkan Keunggulan LONTARA+ di Forum Komdigi Rakernas APEKSI 2026
Ia mengungkapkan salah satu pembahasan yang paling menarik adalah strategi Pemkot Makassar meningkatkan PAD yang kini hampir mencapai Rp2 triliun.
"Kami banyak berdiskusi mengenai strategi peningkatan PAD Kota Makassar. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk kami sesuaikan dengan karakteristik daerah kami," ujar Muchendi.
Menurutnya, kapasitas fiskal Kabupaten Ogan Komering Ilir masih terbatas dengan APBD sekitar Rp2,2 triliun sehingga berbagai strategi yang diterapkan Makassar menjadi referensi penting dalam mempercepat pembangunan.
Baca Juga : Munafri-Aliyah Kompak Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah
Selain strategi PAD, Muchendi juga mempelajari mekanisme bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur kabupaten dan kota.
Ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal penguatan kerja sama antardaerah sekaligus ruang berbagi praktik terbaik dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat perekonomian, dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News