Women Leading Harmony di Rukun Festival 2026, NUO Dorong Lahirnya Generasi Pemimpin Perempuan
NUO menggelar Women Talk: Women Leading Harmony dalam Rukun Festival 2026 di Jakarta. Forum ini mendorong lahirnya generasi pemimpin perempuan melalui kolaborasi dan pertukaran gagasan lintas sektor.
Jejakfakta.com, JAKARTA – Yayasan Nasaruddin Umar Office (NUO) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kepemimpinan perempuan melalui forum Women Talk: Women Leading Harmony yang menjadi bagian dari rangkaian Rukun Festival 2026. Forum ini menjadi wadah bertemunya gagasan, pengalaman, dan inspirasi perempuan lintas sektor untuk mencetak generasi pemimpin masa depan.
Kegiatan yang digelar di The Telkom Hub, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026) tersebut dihadiri ribuan peserta dari berbagai latar belakang. Women Talk menjadi salah satu sesi utama dalam Rukun Festival 2026 yang mengangkat pentingnya peran perempuan dalam membangun harmoni, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sejumlah tokoh perempuan dari berbagai bidang hadir sebagai pembicara, di antaranya Revie Sylviana selaku Director of Global Partnerships Southeast Asia Meta, Asma Nadia sebagai penulis dan pegiat literasi, serta Anindytha Arsa, Co-founder Srikandi Berkarya sekaligus Co-founder Ambivers.
Ketua Dewan Penasihat NUO, Ny. Helmi Nasaruddin Umar, mengatakan perempuan harus berani mengambil ruang kepemimpinan di berbagai sektor. Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan memimpin dengan mengedepankan empati sekaligus ketegasan dalam mengambil keputusan.
"Perempuan harus mengambil ruang-ruang yang ada dalam setiap kesempatan karena perempuan dapat memimpin dengan kelembutan perasaan dan ketegasan dalam pengambilan keputusan," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, perempuan perlu dibekali ilmu pengetahuan dan adab agar mampu membangun keluarga yang harmonis sekaligus melahirkan generasi yang berkualitas.
Baca Juga : 1.500 Peserta Padati 'Teman Pulang' di Rukun Festival 2026, Bukti Anak Muda Haus Ruang Refleksi Spiritual
"Perempuan harus dibekali dengan ilmu pengetahuan dan adab agar dapat menjadi ibu yang baik bagi generasi-generasi penerusnya tanpa kehilangan fitrah dan kodratnya sebagai manusia," tuturnya.
Sementara itu, Director of Women's NUO, A. Tenri Wuleng, menjelaskan Women Talk tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang belajar bagi perempuan muda untuk memperluas wawasan dan memperkuat kapasitas kepemimpinan.
"Kegiatan ini dibuat bukan hanya semata sebagai agenda seremonial, tetapi juga merupakan wadah belajar bagi calon pemimpin muda perempuan untuk dapat belajar dan bertukar gagasan mengenai berbagai persoalan perempuan di era saat ini," katanya.
Baca Juga : Melinda Aksa Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan PKK, Hadiri Puncak HKG PKK Nasional ke-54 di Makassar
Melalui forum tersebut, NUO ingin mempertemukan perempuan dari berbagai profesi dan latar belakang agar dapat saling menginspirasi, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring kolaborasi.
Women Talk menjadi salah satu upaya NUO dalam memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan kehidupan yang lebih inklusif, damai, dan harmonis di tengah masyarakat.
Rukun Festival 2026 sendiri merupakan festival kolaboratif yang menghadirkan ruang bagi anak muda, komunitas, kreator, dan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya, perspektif, serta aspirasi untuk saling terhubung, berbagi inspirasi, dan bertumbuh bersama.
Baca Juga : Paotere Jadi Etalase Pemberdayaan Perempuan, Melinda Aksa Tunjukkan UMKM dan Sekolah Pesisir ke Selvi Gibran
Adapun Nasaruddin Umar Office (NUO) merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan pemikiran keislaman, penguatan moderasi beragama, dialog lintas iman, pengembangan kepemudaan, serta kolaborasi sosial guna mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan berkeadaban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News