Jelang Kembalikan Formulir Calon Ketua Golkar Sulsel, IAS Ziarah ke Makam Orang Tua: "Berbaktilah Selagi Masih Ada"

Ilham Arief Sirajuddin (IAS) siarah ke Pekuburan Keluarga Besar Dato Ripanggentungan di Tamarunang, Kabupaten Gowa, Jumat (17/7/2026). @Jejakfakta/Istimewa

Jelang mengembalikan formulir calon Ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) berziarah ke makam kedua orang tuanya di Gowa. Momen haru itu diiringi pesan menyentuh tentang pentingnya berbakti kepada orang tua.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Sebelum mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan pada Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel, Jumat (17/7/2026), Ilham Arief Sirajuddin (IAS) memilih memulai harinya dengan ziarah ke makam kedua orang tuanya. Momen penuh haru itu menjadi simbol penghormatan sekaligus sumber kekuatan moral sebelum menghadapi agenda politik penting.

Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu mendatangi Pekuburan Keluarga Besar Dato Ripanggentungan di Tamarunang, Kabupaten Gowa, setelah melaksanakan salat Subuh berjamaah dan menikmati kopi bersama sejumlah kerabat.

Di area pemakaman yang teduh dan asri, IAS tampak didampingi adik kandungnya, Hendra Arief Sirajuddin, serta sejumlah kerabat dekat, di antaranya Saad Iranda Dollar, Jafry Y. Timbo, Marlin Parabba, Kahfi Al Marzuki, dan Suherdi (Gonrong).

Baca Juga : IAS Kembalikan Formulir Pendaftaran, Dukungan Mengalir Deras Jelang Musda Golkar Sulsel

Setibanya di makam sang ayah, Muhammad Arief Sirajuddin, dan ibunya, Hj. St. Zohrah Binti Djallo, yang terletak berdampingan, IAS terlihat khusyuk memanjatkan doa.

Suasana haru menyelimuti prosesi tersebut. Usai berdoa, IAS menyampaikan pesan menyentuh tentang pentingnya memuliakan orang tua selagi masih diberi kesempatan.

"Mereka yang masih dikaruniai orang tua yang masih hidup, tergolong bodoh jika menyia-nyiakan kesempatan untuk berbakti," ujar IAS.

Baca Juga : IAS Minta Maaf, Jalan Menuju Kantor Golkar Dipadati Pendukung

Ia mengaku kehilangan sosok orang tua membuat dirinya semakin memahami arti kebersamaan dan bakti yang tidak tergantikan.

"Saya benar-benar perlu menyampaikan ini. Berbahagialah Anda yang orang tuanya masih hidup. Manfaatkan masa itu untuk berbakti sebaik-baiknya. Karena kami yang sudah kehilangan ini, hanya bisa melepas rindu lewat doa dan ziarah kubur. Ini kebiasaan kami sebagai bentuk penghormatan dan bakti yang tak boleh putus," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Bagi IAS, ziarah kubur bukan sekadar tradisi keluarga, melainkan momentum refleksi sekaligus memohon restu kepada kedua orang tuanya sebelum melangkah menghadapi salah satu fase penting dalam perjalanan politiknya.

Baca Juga : IAS Jadi Kandidat Pertama Kembalikan Formulir Calon Ketua Golkar Sulsel, Pengembalian Dijadwalkan Hari Ini

Usai ziarah, IAS dijadwalkan mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2026–2031, menandai keseriusannya bertarung dalam Musda Golkar Sulsel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Erwin Ijarta
Berita Terbaru