Suku Bunga Deposito Bank Digital Menyesuaikan Suku Bunga Acuan BI

Ilustrasi Deposito. (Dok. Jejakfakta.com/Int)

Bunga deposito tahun 2023 akan masih lebih rendah dari kupon Surat Berharga Negara (SBN) atau reksadana.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (AGRO) dan sejumlah bank digital lainnya, akan menyesuaikan suku bunga deposito dengan pergerakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Tahun ini, BRI akan tetap memberikan bunga yang kompetitif menyesuaikan dengan BI 7-Day (Reverse) Repo Rate (BI-7DRRR) dan persaingan pasar. BRI, tetap berupaya menawarkan suku bunga yang kompetitif kepada nasabah melalui sejumlah cara dengan tetap memprioritaskan peningkatan dana murah.

Ajeng Putri Hapsari, Sekretaris Perusahaan BRI mengungkapkan, tahun ini pihaknya fokus pada peningkatan porsi dana murah (CASA) secara bertahap melalui peningkatkan user experience produk digital Bank Raya dengan inovasi fitur untuk transaksi keuangan.

Baca Juga : Bank Sulselbar Perkuat Sinergi Perbankan Bosowasi di SERAMBI 2026, Dukung Kelancaran Transaksi Ramadan

"Saat ini kisaran suku bunga di Saku Jaga dan Saku Pintar berada pada kisaran 4%-5%. Suku bunga tersebut bersifat dinamis menyesuaikan kondisi pasar dan BI-7DRRR. Hingga September 2022, kontribusi deposito terhadap total dana pihak ketiga (DPK) BRI sebesar 65,34%," ungkap Ajeng.

Terpisah, Natalina Syabana, Head of Segmentation & Liabilities, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia menjelaskan, bunga deposito PT Bank DBS Indonesia juga akan terus bergerak mengikuti suku bunga acuan BI.

"Saat ini suku bunga deposito DBS berkisar di 4,5% - 5,5% tergantung dari jangka waktu penempatan," jelas Natalina dikutip dari laman Kontan.co.id, Senin (6/1).

Baca Juga : Pemkab Lutim Paparkan ETPD pada High Level Meeting TPID dan TP2DD

Meski demikian, dia meyakini bunga deposito di tahun 2023 ini akan masih lebih rendah dari kupon Surat Berharga Negara (SBN) atau reksadana.

"Kontribusi deposito terhadap total DPK Bank DBS masih memberikan kontribusi yang dominan. Untuk consumer banking per Desember 2022, kontribusi deposito sebesar 65% dari total dana pihak ketiga," lanjut Natalina.

Sedangkan, PT Bank BTPN Tbk melalui layanan digital Jenius menyebut, bunga deposito ditetapkan sesuai dengan kebijakan bunga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), tren suku bunga rupiah, dan kebijakan bank.

Baca Juga : Lutim Borong Dua Penghargaan dari Bank Indonesia, Bukti Digitalisasi Kian Mantap

"Tentunya Jenius akan mematuhi batas tingkat bunga wajar yang ditetapkan oleh LPS," ujar Digital Banking Acquisition, Service & Marketing Head Bank BTPN, Anita Ekasari.

Anita menyebutkan, Jenius memiliki tiga jenis tabungan dengan bunga setara deposito. Pertama, Flexi Saver merupakan tabungan fleksibel untuk membantu pengguna mengalokasikan uang dengan bunga 2.5% per tahun (p.a) setara deposito.

"Pengguna dapat membuat Flexi Saver dengan setoran awal tanpa saldo minimum, bebas tarik kapan pun tanpa penalti, bisa tarik seluruh uang tanpa saldo mengendap, dan bisa membuat hingga tiga tabungan Flexi Saver," sebut Anita.

Baca Juga : Bank Sulselbar Raih Penghargaan Platinum “Best Acquiring Bank – ATM” di PRIMA Awards 2025

Lalu, Dream Saver adalah tabungan autodebit yang membantu pengguna mewujudkan beragam mimpi. Bunga 2.5% p.a. setara deposito.

"Pengguna dapat membuat Dream Saver dengan saldo awal mulai Rp 1. Pengguna juga bebas tentukan besar/periode setoran autodebit, bebas tarik kapan pun tanpa penalti, bisa tarik seluruh uang tanpa saldo mengendap, dan bisa membuat hingga lima tabungan Dream Saver," terangnya.

Ada juga Maxi Saver adalah tabungan deposito dengan bunga maksimal hingga 5% p.a. Dengan nilai pokok mulai dari Rp10.000.000, pengguna bebas memilih jangka waktu deposito yang tersedia dari 1 bulan hingga 12 bulan.

Baca Juga : Permudah Pembayaran Pajak, Pemkot Makassar dan BRI Siapkan Integrasi dengan Aplikasi PAKINTA’

Yang pasti seru Anita, simpanan deposito memberikan kontribusi besar untuk total Dana Pihak Ketiga (DPK) di Jenius. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru