WALHI Sulsel Beberkan 3 Alasan Tambang Nikel PT Vale di Ferrari Hiels Harus Segera Dihentikan

Potret PT Vale Indonesia memperlebar aktivitas tambang nikel mereka ke Ferrari Hiels, Desa Asuli, Towuti, Luwu Timur. @Jejakfakta/dok. WALHI Sulsel

Al Amin menegaskan bahwa dari tiga dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh tambang nikel PT Vale Indonesia, maka menurut Al Amin, kegiatan tambang nikel di Ferrari Hiels sudah harus dihentikan dan ditutup.

Jejakfakta.com, Makassar - Organisasi Lingkungan Hidup, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan hingga saat ini masih terus mendesak PT Vale Indonesia untuk menghentikan kegiatan tambang nikel di Dusun Kuari, Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Pasalnya, menurut Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, PT Vale Indonesia sampai saat ini belum menyelesaikan kewajibannya untuk memulihkan perekonomian masyarakat Asuli dan petani lainnya yang menjadi korban penggusuran lahan dan kebun merica.

Informasi ini terima langsung Al Amin dari masyarakat Desa Asuli yang melakukan aksi protes terhadap PT Vale Indonesia.

Baca Juga : Banjir Lumpur di Ussu Terulang, WALHI Sulsel Desak Tambang Nikel PT PUL Dihentikan

"Kesulitan hidup yang saat ini dialami oleh warga Asuli dan petani merica lainnya sudah lama mereka keluhkan. Menurut warga, Sejak PT Vale Indonesia memperlebar aktivitas tambang nikel mereka ke Ferrari Hiels, Desa Asuli, Sumber ekonomi petani menghilang dan pendapatan mereka juga hilang," ungkap Al Amin melalui siaran pers yang diterima Jejakfakta.com, Senin (6/2/2023).

Sementara, PT Vale pernah berjanji akan memberi masyarakat aktivitas ekonomi sementar sambil memulihkan ekonomi dan penghidupan mereka. Namun sampai sekarang tidak ada yang direalisasi.

Al Amin kemudian menjelaskan, bahwa ada empat dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan PT Vale Indonesia akibat aktivitas tambang nikel di Desa Asuli, tepatnya di area Ferrari Hiels.

Baca Juga : HUT ke-27 Luwu Utara, Bupati Irwan Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Kemajuan Luwu Raya

Pertama, hilangnya mata pencaharian dan sumber penghidupan petani di Desa Asuli dan desa-desa lainnya.

"WALHI hingga saat ini mencatat masih ada ratusan kepala keluarga petani yang belum dipulihkan haknya oleh PT Vale Indonesia. Sementara, aktivitas tambang nikel telah merusak bahkan menghilangkan kebun merica petani," jelasnya.

Kedua, lanjutnya, dampak longsor. Al Amin mengatakan bahwa kegiatan tambang nikel PT Vale Indonesia di tahun 2022 telah mengakibatkan longsor. Akibat lainnya, aktivitas masyarakat menjadi terganggu.

Baca Juga : Petani Laoli Tolak Santunan Lahan Proyek Nasional, Kirim Surat Keberatan ke Pemkab Luwu Timur

Walaupun saat ini material longsor telah dipindahkan, namun PT Vale tidak dapat membantah bahwa kegiatan tambang nikel meraka di area Ferrari Hiels telah mengakibatkan longsor.

"WALHI Sulsel mempunyai dokumentasi longsor yang terjadi di tahun 2022. Artinya PT Vale tidak menjalankan metode pertambangan yang buruk, dan melakukan aktivitas tambang nikel di daerah rawan bencana," terangnya.

Baca Juga : Pencanangan Desa Cantik, Wabup Puspa: Data Harus Akurat dan Berdampak

Ketiga dampak pencemaran lingkungan. Pria yang telah mengikuti program IVLP tentang advokasi lingkungan di Amerika Serikat ini menjelaskan bahwa dirinya melihat secara langsung sumber air baku masyarakat tercemar lumpur yang disebabkan oleh aktivitas tambang nikel PT Vale Indonesia. Begitupun pencemaran udara dari debu tambang nikel.

"Karena kurangnya tanggungjawab PT Vale terhadap masyarakat dan lingkungan hidup, maka saya harus membuka fakta bahwa sesungguhnya aktivitas tambang nikel atau operasi bisnis PT Vale Indonesia telah secara nyata melanggar kebijakan internal perusahaan dan kebijakan perlindungan internasional," bebernya

"Perusahaan milik perusahaan Kanada dan Jepang ini telah mencemari sumber air masyarakat, sehingga masyarakat harus menggunakan dan mengkonsumsi air yang tercemar setiap hari," sambungnya.

Baca Juga : Pemkab Lutim Gelar Rapat Forum Kabupaten Sehat, Bahas 20 Indikator Belum Capai Target

Al Amin pun menegaskan bahwa dari tiga dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh tambang nikel PT Vale Indonesia, maka menurut Al Amin, kegiatan tambang nikel di Ferrari Hiels sudah harus dihentikan dan ditutup. hal tersebut untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat, khususnya perempuan dan anak-anak di Desa Asuli.

"Semua yang terkait dengan PT Vale Indonesia harus bertanggungjawab atas dampak-dampak tersebut. Mulai dari Vale Canada Limited, Summitomo Metal Mining Co.Ltd, lembaga-lembaga keuangan baik nasional dan internasional, hingga CEO PT Vale Indonesia. Namun yang lebih penting, untuk menyelamatkan masyarakat khususnya perempuan dan anak-anak di Desa Asuli, operasi bisnis tambang nikel di Ferrari Hiels harus dihentikan," tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru