2.300 Meninggal akibat Gempa M 7,8 di Turki dan Suriah
Update Gempa Turki
Proses evakuasi dampak gempa bumi di Diyarbakir, Turki, 6 Februari 2023. (ILYAS AKENGIN/AFP).
Dua pusat gempa dahsyat yang meruntuhkan 2.828 bangunan ini.
Ankara, jejakfakta.com - Laporan terbaru 2.300 orang meninggal dunia akibat gempa 7,8 magnitudo yang mengguncang wilayah Turki dan Suriah, Senin (6/2/2023).
Korban bertambah jadi 1.498 orang meninggal dunia di Turki, menurut laporan BBC yang mengacu data badan penanggulangan bencana Turki.
Di Suriah 810 korban meninggal seperti kantor berita AFP laporkan beberapa saat lalu.
Dua pusat gempa dahsyat yang meruntuhkan 2.828 bangunan ini.
Dinas Survei Geologi AS (USGS) mencatat gempa pertama saat pagi di dekat Kota Gaziantep, Turki, pada pukul 04.17 (0117 GMT) pada kedalaman sekitar 17,9 kilometer. Gaziantep kurang lebih 2 juta penduduk.
Gempa awal disusul kurang lebih 50 gempa.
Siang pukul 13.24 waktu setempat gempa kedua mengguncang yang berpusat di Provinsi Kahramanmaras, Turki. Jarak gempa kedua dari Gaziantep kurang lebih 128 kilometer.
Pihak Otoritas Manajemen Bencana dan Kedaruratan Turki menyebut gempa di Kahramanmaras bukan gempa susulan gempa pertama.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan gempa tersebut merupakan bencana terbesar di Turki sejak tahun 1939. Gempa Turki terasa hingga ke Mesir.
Diberitakan, Kepala Pusat Gempa Nasional Suriah, Raed Ahmed, mengatakan, gempa bumi 6 Februari adalah yang terbesar, mengguncang kota-kota besar Suriah yang saat ini dipadati jutaan pengungsi akibat konflik dan perang saudara di Suriah.
Hingga saat ini tim SAR terus berusaha menembus reruntuhan bangunan untuk mengevakuasi korban.
Puluhan negara telah menawarkan bantuan untuk Turki dan Suriah. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Terbaru