Satu Abad NU, Apa Kata Cak Imin?
PKB harus menjadi partai yang mengabdi juga pada banyak urusan sosial, politik, ekonomi, ideologi dan kemanusiaan yang berjangka menengah dan panjang.
Jejakfakta.com, Makassar - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, angkat bicara terkait posisi PKB di kepemimpinannya di masa Satu Abad NU dan menjelang Dua Abad NU di tengah mencuatnya perdebatan hubungan NU dan PKB.
Sejak Cak Imin memimpin partai PKB, seolah perdebatan antara hubungan PKB dan NU tak ada habisnya.
Akhir-akhir ini, jelang Satu Abad NU perdebatan itu menguat, namun ia enggan berkomentar lebih banyak dan menghargai perdebatan tersebut. Ia menilai, wajar jika perdebatan itu muncul, sebab diantara kedua organisasi tersebut bukan hanya milik satu orang.
Baca Juga : Kepala Bapenda Makassar Hadiri Diskusi BPK Sulsel Bahas Optimalisasi Opsen Pajak
Dengan kata lain, kemajuan dua organisasi tersebut tidak terpisahkan, ia punya darah yang sama, artinya keberhasilan PKB itu tak lepas dari peran NU.
“PKB memang lahir dari rahim NU. Tapi organisasi sebesar NU wajar saja semua ingin diakui dan mengaku NU. Karena itu, mari kita hormati pihak-pihak lain yang mengaku sebagai NU juga. Tidak apa. Biar saja,” kata Cak Imin dalam keterangan tertulis yang beredar di Whatsapp, Minggu (5/2/2023).
“Mari kita berhenti berdebat soal siapa yang berhak mengaku anaknya NU, mari melanjutkan perjuangan kita untuk melayani dan mengabdi kepada warga NU. Kemajuan PKB ditandai oleh kemajuan dan kesejahteraan warga NU,” lanjutnya.
Baca Juga : Partai Golkar Makassar Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di HUT ke-61
Ia menegaskan, sejak kelahiran PKB pada awal reformasi, partai tersebut telah cukup membuktikan diri, diantaranya pada saat pemilu 2019. Dengan begitu Cak Imin menilai PKB telah berhasil mengangkat harkat martabat NU.
Dengan kata lain, keberhasilan PKB telah membuktikan bahwa warga NU telah memilih partai yang dipimpin Cak Imin tersebut.
"PKB lahir di awal Reformasi, selepas zaman Orde Baru, baru sekitar 2,5 dekade lalu atau 1/4 terakhir usia NU. Pencapaian Pemilu 2019 lalu adalah puncak prestasi politik PKB selama 2,5 dekade hidupnya. Penjelasan tentang sukses ini bisa banyak. Tapi satu hal bisa kita pastikan: Sukses ini membuktikan bahwa PKB semakin serius dan konkret mewujudkan cita-citanya untuk mengangkat harkat dan derajat kehidupan warga NU. Karena itu, warga NU mengapresiasinya dengan semakin banyak yang memilih PKB dibandingkan partai-partai lain yang berusaha juga menggalang pilihan mereka," ujar Cak Imin.
Baca Juga : Balai Penyuluh Kecamatan Makassar Gelar Pelatihan SIGA untuk PKB dan PLKB
Sementara itu, jelang memasuki dua Abad NU, Cak Imin mengemukakan 3 langkah yang akan dilakukan PKB. Pertama, Cak Imin mengatakan, selama ini NU dan PKB melayani masyarakat sehingga akan terus meningkatkan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi warga NU.
"Selama ini PKB sudah dekat dengan warga NU. Mari kita terus meningkatkan khidmat kita, dari sekadar “dekat” menjadi “di tengah”. PKB “di dekat warga NU” artinya PKB tahu persis apa masalah-masalah warga NU. PKB “di tengah NU” artinya PKB terlibat aktif mencari jalan keluar dari masalah-masalah warga NU," tulisnya.
Kedua, sebagaimana tujuan pendirian NU untuk mencerdaskan Bangsa dan kesejahteraannya, makan akan terus memperjuangkan dengan seluas-luasnya kepada seluruh warga negara, baik dari segi ekonomi, politik dan sosial lainnya.
Baca Juga : Munafri Dampingi Tito Karnavian dan Maruarar Sirait Serahkan Rumah Gratis untuk Keluarga Korban Demonstrasi
"Mari terus lanjutkan dan perluas perjuangan kita untuk bukan hanya memajukan dan mensejahterakan warga NU tetapi sebanyak mungkin orang, seluas-luasnya warga negara dan di seluruh pelosok Indonesia. Dengan lahir dari rahim NU, PKB harus berpegang teguh pada tujuan pendirian NU: Menjadi bagian penting untuk mencerdaskan bangsa dan mensejahterakan warga bangsa secara keseluruhan," lanjutnya.
Cak Imin menegaskan, PKB tak boleh berpuas diri menjadi partai politik yang mengabdi ke bangsa ini, hanya mengurusi masalah-masalah jangka pendek saja.
"PKB harus menjadi partai yang mengabdi juga pada banyak urusan sosial, politik, ekonomi, ideologi dan kemanusiaan yang berjangka menengah dan panjang. PKB harus menjadi menjadi penjemput masa depan yang bekerja hari ini untuk kelayakan hidup anak cucu kita kelak," tegasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News