Wamenkes Apresiasi Capaian 100 Persen Desa Siaga TB di Pangkep, Siap Jadi Percontohan Nasional

Wamenkes meninjau langsung pelaksanaan skrining TB menggunakan perangkat portable X-Ray di Kecamatan Ma'rang, Jumat (7/8/2026). @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep.

Dengan capaian 100 persen Desa Siaga TB, Kabupaten Pangkep kini berdiri di garis depan sebagai model nasional dalam pengendalian tuberkulosis.

Jejakfakta.com - PANGKEP - Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan. Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Benjamin Paulus Octavianus, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Pangkep membentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TB) hingga 100 persen di seluruh desa dan kelurahannya. Capaian ini bahkan membuka peluang Pangkep untuk ditetapkan sebagai percontohan nasional untuk program Desa Siaga TB tingkat kabupaten.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wamenkes Benjamin bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka meninjau pelaksanaan skrining tuberkulosis yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Ma'rang, Jumat (7/8/2026). Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) , didampingi Kepala Dinas Kesehatan Hj. Herlina, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam kunjungannya, Wamenkes meninjau langsung pelaksanaan skrining TB menggunakan perangkat portable X-Ray serta berdialog dengan tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai upaya deteksi dini penyakit tuberkulosis di Kabupaten Pangkep.

Baca Juga : Pangkep Raih Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Kategori Layanan Kesehatan

Wamenkes Benjamin mengaku terkesan dan terkejut dengan capaian Desa Siaga TB di Pangkep yang telah mencapai 100 persen, angka yang dinilainya luar biasa dan jauh melampaui rata-rata nasional yang baru sekitar 11 persen.

"Kami sangat kaget di Pangkep telah melakukan Desa Siaga TB dan 100 persen. Itu prestasi sangat luar biasa, karena di Indonesia baru 11 persen. Ini akan kita buat percontohan nasional untuk tingkat kabupaten. Saya dan Pak Wamendagri sangat kagum melihat cara kerjanya yang luar biasa," ujar Wamenkes.

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang baik antara pemerintah kecamatan, puskesmas, hingga pemerintah daerah dalam menjalankan program pengendalian TB.

Baca Juga : Bupati Pangkep Hadiri HLM TPID Zona III di Parepare, Siap Dukung Pengendalian Inflasi Pangan

Wamenkes Benjamin juga menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TB. Meski tingkat keberhasilan pengobatan TB di Indonesia telah mencapai lebih dari 90 persen, skrining kontak serumah dan pemberian terapi pencegahan masih perlu terus diperkuat.

"Kalau ada yang sakit, seluruh anggota keluarganya harus diperiksa. Mereka yang tidak sakit perlu diberikan obat pencegahan, sedangkan yang sakit harus diobati. Saya meminta bantuan Pak Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan agar pemberian obat pencegahan ini terus ditingkatkan. Ini salah satu cara paling efektif menurunkan kasus TB di Indonesia," tegasnya.

Selain itu, Wamenkes menyampaikan bahwa alat X-Ray portable akan ditambahkan untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk pemberian alat diagnostik untuk Puskesmas guna memperkuat layanan deteksi dini TB di tingkat primer.

Baca Juga : Antisipasi Antrean, Bupati Pangkep dan Forkopimda Pantau Stok BBM di SPBU

Kunjungan ini sekaligus menandai komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemberantasan TB melalui integrasi program kesehatan masyarakat. Dengan capaian 100 persen Desa Siaga TB, Kabupaten Pangkep kini berdiri di garis depan sebagai model nasional dalam pengendalian tuberkulosis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru