Sertifikasi TKK Jadi Strategi Lutim Tingkatkan Kualitas dan Keselamatan Proyek Konstruksi

Pemkab Luwu Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI (BJKW VI) Makassar. Pembekalan teknis dan uji sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) digelar selama dua hari, 5-6 Agustus 2026, di Wisata Pantai Ujung Suso, Kecamatan Burau. @Jejakfakta/dok. Ist.

Pemkab Luwu Timur menggandeng BJKW VI Makassar menggelar pembekalan dan uji sertifikasi TKK untuk meningkatkan kompetensi dan keselamatan kerja.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi melalui pembekalan teknis dan uji sertifikasi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pekerja konstruksi memiliki kompetensi yang sesuai standar sekaligus memahami aspek keselamatan dalam setiap pekerjaan.

Upaya tersebut dilakukan Pemkab Luwu Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI (BJKW VI) Makassar. Pembekalan teknis dan uji sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi (TKK) digelar selama dua hari, 5-6 Agustus 2026, di Wisata Pantai Ujung Suso, Kecamatan Burau.

Kepala Dinas PUPR Luwu Timur, Yusran, mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas.

Baca Juga : Pemkab Lutim Ikut GEBER MAS, Sekda: Kebersihan Masjid Tanggung Jawab Bersama

Menurutnya, tenaga profesional di bidang konstruksi tidak hanya dituntut memiliki keterampilan teknis, tetapi juga harus memahami standar keselamatan dan ketentuan yang berlaku.

“Hal ini penting untuk melindungi kehidupan dan properti yang terlibat dalam proyek konstruksi, sehingga pembangunan infrastruktur di Kabupaten Luwu Timur ini dapat berjalan lancar, sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku,” ujar Yusran.

Ia menilai tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai dapat bekerja lebih efisien serta meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan proyek. Dampaknya, pekerjaan konstruksi diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu sekaligus mendukung efisiensi penggunaan anggaran.

Baca Juga : Santunan Pengosongan Lahan Laoli Capai Rp16 Miliar, Rp11 Miliar Diterima 83 Warga

Karena itu, Yusran meminta seluruh peserta mengikuti pembekalan dan proses sertifikasi secara serius agar peningkatan kualitas SDM konstruksi di Luwu Timur tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada pengakuan kompetensi melalui sertifikasi.

“Saya pesankan bagi peserta pembekalan teknis dan uji sertifikasi agar dapat mengikuti dengan serius dan sungguh-sungguh materi yang diberikan oleh narasumber sehingga apa yang menjadi harapan kita yaitu memiliki sumber daya manusia (SDM) bidang jasa konstruksi yang handal, berkompeten dan memiliki sertifikat dapat terwujud,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas PUPR Luwu Timur, Tri Askari Yulianto, menjelaskan kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman, kompetensi, dan daya saing para tenaga kerja konstruksi.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Tegaskan Penataan Lahan Laoli Sesuai Hukum, Pastikan Hak Warga Tetap Dipenuhi

Peserta juga dibekali pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, termasuk membangun budaya keselamatan kerja yang menjadi salah satu persyaratan penting dalam setiap proyek konstruksi.

Dengan adanya pembekalan dan uji sertifikasi, tenaga kerja konstruksi diharapkan semakin siap menghadapi tuntutan pekerjaan yang membutuhkan kompetensi, pengalaman, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Kegiatan tersebut diikuti 66 peserta. Hadir pula perwakilan Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Koordinator Kegiatan Jasa Konstruksi Balai Wilayah Sulsel Sutopo yang sekaligus menjadi narasumber, serta asesor dari LSP BNSP Konstruksi Nusantara dan sejumlah tamu undangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru