Ketua Golkar Toraja Utara Akui Internal Partai Masih Butuh Pembenahan
Ketua DPD Partai Golkar Toraja Utara, Johannes Bassang mengatakan, kekalahan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpuruk. Sebaliknya, pengalaman itu harus dijadikan momentum untuk memperbaiki kelemahan organisasi.
Jejakfakta.com, TORAJA UTARA — Kekalahan dalam Pilkada menjadi bahan evaluasi bagi Partai Golkar Toraja Utara. Ketua DPD Partai Golkar Toraja Utara, Johannes Bassang, secara terbuka mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi untuk memperkuat partai menghadapi kontestasi politik mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Bassang saat menerima roadshow Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), dalam agenda konsolidasi partai di Toraja Utara, Rabu (12/8/2026).
Bassang mengatakan, pengalaman menghadapi Pilkada harus menjadi pelajaran penting bagi Golkar. Ia mengakui, hasil survei menjelang kontestasi sebelumnya sempat memberikan optimisme terhadap peluang kemenangan. Namun, dinamika politik di fase akhir justru menghasilkan situasi berbeda.
Baca Juga : IAS: Semua Generasi Harus Mendapat Ruang di Golkar
“Di ujung-ujung ternyata ada sesuatu yang terjadi. Bisa terbalik. Itu bukan hanya kekalahan Johannes Bassang, tetapi kekalahan Golkar,” kata Bassang.
Menurutnya, kekalahan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpuruk. Sebaliknya, pengalaman itu harus dijadikan momentum untuk memperbaiki kelemahan organisasi.
“Kekalahan ini adalah keberhasilan yang tertunda. Kita diberi kesempatan untuk memahami bagaimana susahnya mempertahankan kemenangan,” ujarnya.
Baca Juga : Ketua Harian Golkar Enrekang: Kembalinya IAS Jadi Berkah bagi Partai
Internal Jangan Jadi Lawan
Bassang menilai salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah soliditas internal. Ia mengingatkan agar kader yang maju dalam berbagai kontestasi politik tidak justru saling berhadapan.
Menurutnya, jika seluruh kader bekerja secara maksimal dan solid, peluang Golkar menambah perolehan kursi di DPRD Toraja Utara terbuka lebar.
Baca Juga : Ketua Golkar Pinrang Singgung Soal Kekeringan Saat Terima Roadshow IAS
“Kalau tidak total, bukan tujuh kursi yang kita dapat, bisa sepuluh. Ini karena internal sendiri dijadikan lawan. Sudah kalah sebelum bertanding,” katanya.
Bassang menegaskan, membangun kekuatan politik di daerah bukan pekerjaan mudah. Ia mengaku telah banyak bekerja di lapangan dan memahami karakter pemilih di Toraja Utara.
“Banyak yang katanya mau bersaing dengan Om Bas memimpin Golkar, silakan. Memangnya dikira-kira mudah memimpin Golkar?” ujarnya.
Baca Juga : Kunjungi Sekretariat Golkar Parepare, IAS Ingatkan Kader Pentingnya Kemampuan Adaptasi
IAS Dorong Konsolidasi Basis
Menanggapi keterbukaan tersebut, IAS menekankan pentingnya menjadikan pengalaman politik sebagai bahan evaluasi organisasi.
Dalam konsolidasi itu, IAS turut mengabsen anggota Fraksi Golkar di DPRD Toraja Utara. Dari total 21 kursi DPRD Toraja Utara, Golkar saat ini menguasai tujuh kursi.
Baca Juga : Erna Taufan: Golkar Parepare Rindu IAS, Lama Kami Menunggu
Bagi IAS, tujuh kursi tersebut merupakan modal politik yang harus dijaga sekaligus dikembangkan melalui kerja organisasi yang lebih solid.
Ia juga meminta struktur partai mulai dari pimpinan kecamatan hingga pimpinan kelurahan diperkuat agar Golkar memiliki basis organisasi yang semakin kokoh.
“Kalau kader sendiri kita jadikan lawan, energi kita habis di dalam. Yang harus kita lakukan adalah memperkuat organisasi, memperkuat kader, dan bekerja untuk masyarakat,” kata IAS.
IAS mengapresiasi sikap terbuka jajaran Golkar Toraja Utara dalam melakukan evaluasi. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya kekalahan, tetapi oleh kemampuan untuk belajar dan bangkit setelah mengalami kegagalan.
“Kita tidak boleh takut mengakui kekurangan. Justru dengan mengakui kekurangan, kita tahu apa yang harus diperbaiki,” ujar IAS.
Mantan Wali Kota Makassar itu menegaskan, pengalaman politik di Toraja Utara harus menjadi bekal untuk membangun Golkar yang lebih kuat ke depan.
“Kita jadikan pengalaman ini sebagai guru. Kita perbaiki yang kurang, kita kuatkan yang sudah baik, dan kita bekerja lebih serius. Semangat baru Golkar harus dijawab dengan cara kerja yang baru,” pungkasnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News