Golkar Sulsel Tidak Boleh Hanya Kuat di Makassar
Ketua Golkar Sulsel IAS menegaskan kekuatan partai harus tumbuh merata di seluruh daerah, tidak hanya kuat di Makassar. Konsolidasi dilakukan di Luwu Utara.
Jejakfakta.com, LUWU UTARA — Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menegaskan, kekuatan Golkar Sulsel harus tumbuh secara merata di seluruh daerah dan tidak boleh hanya bertumpu pada Kota Makassar.
Hal itu disampaikan IAS saat melakukan konsolidasi bersama jajaran DPD Partai Golkar Kabupaten Luwu Utara di Kantor Golkar Luwu Utara, Rabu (12/8/2026).
Ketua Harian DPD Golkar Luwu Utara, Basir, dalam sambutannya mengatakan IAS bukan sosok asing bagi kader Golkar Luwu Utara. Selain memiliki kedekatan dengan daerah, kompetensi IAS untuk memimpin Golkar Sulsel juga dinilai tidak perlu diragukan.
Baca Juga : Ketua Golkar Toraja Utara Akui Internal Partai Masih Butuh Pembenahan
Basir bahkan menyebut IAS tidak perlu menunggu terlalu lama untuk bergerak membangun konsolidasi partai.
Mantan Ketua DPRD Luwu Utara itu juga menyampaikan capaian politik Golkar Luwu Utara yang mengalami peningkatan jumlah kursi secara signifikan. Pada pemilu sebelumnya, Golkar berhasil meningkatkan perolehan kursi dari delapan menjadi sebelas kursi.
“Golkar bukan pemenang Pilkada, tetapi kita adalah pemenang Pemilu. Kursi kita naik dari delapan menjadi sebelas,” katanya.
Baca Juga : IAS: Semua Generasi Harus Mendapat Ruang di Golkar
IAS mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan tiga kursi merupakan hasil kerja politik yang tidak sederhana.
“Apa yang dilakukan Ketua dan jajaran Golkar Luwu Utara luar biasa. Kenaikan kursi yang signifikan ini harus kita apresiasi,” kata IAS.
IAS bahkan menyebut keberhasilan tersebut menunjukkan kapasitas kepemimpinan Golkar Luwu Utara dalam mengelola kekuatan politik di daerah.
Baca Juga : Ketua Harian Golkar Enrekang: Kembalinya IAS Jadi Berkah bagi Partai
“Mungkin karena ada kapasitas sebagai bupati, sehingga bisa membaca bagaimana mengelola kekuatan politik,” ujar IAS.
IAS mengatakan dirinya memilih langsung bergerak melakukan konsolidasi meski proses pelantikan pengurus DPD Golkar Sulsel belum berlangsung.
“Ada yang bilang saya tidak bisa menunggu pelantikan. Saya sampaikan, terlalu lama waktu terbuang. Makanya, sembari menunggu pelantikan, saya bergerak ke daerah,” kata IAS.
Baca Juga : Ketua Golkar Pinrang Singgung Soal Kekeringan Saat Terima Roadshow IAS
Menurutnya, konsolidasi tidak boleh menunggu momentum seremonial. Struktur dan kader harus segera disapa, aspirasi daerah didengar, serta organisasi dipersiapkan menghadapi agenda politik ke depan.
IAS menegaskan, kekuatan Golkar Sulsel harus dibangun dari seluruh kabupaten/kota.
“Golkar Sulsel tidak boleh hanya kuat di Makassar. Kita harus kuat di Luwu Utara, Luwu Raya, Toraja, Ajatappareng, Pangkep, dan seluruh daerah. Kalau kita ingin membesarkan Golkar Sulsel, semua daerah harus tumbuh,” tegasnya.
Baca Juga : Kunjungi Sekretariat Golkar Parepare, IAS Ingatkan Kader Pentingnya Kemampuan Adaptasi
Ia menilai peningkatan kursi Golkar Luwu Utara dari delapan menjadi sebelas merupakan modal penting yang harus dipertahankan sekaligus dikembangkan.
“Kalau delapan bisa menjadi sebelas, berarti ada sesuatu yang sudah bekerja dengan baik. Tugas kita sekarang bukan hanya mempertahankan, tetapi bagaimana mengembangkan kekuatan itu,” ujar IAS.
Ke depan, lanjutnya, kepemimpinan partai harus berorientasi pada kemampuan bekerja dan membangun organisasi.
Karena itu, ia mendorong kader-kader di daerah tidak hanya melihat kepemimpinan dari sisi formalitas organisasi, tetapi juga dari kemampuan menyelesaikan persoalan konkret yang dihadapi partai.
Dalam kesempatan tersebut, IAS menyampaikan salam dari Ketua Umum Partai Golkar kepada seluruh kader di Luwu Utara.
Ia juga mengingatkan kader Golkar yang berada di legislatif agar tetap menjalankan peran politiknya dengan mendukung pemerintahan dan memastikan program pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Salam dari Ketua Umum untuk seluruh kader Golkar di Luwu Utara. Golkar punya tradisi panjang sebagai bagian dari pemerintahan. Karena itu, kader-kader kita di legislatif harus ikut memastikan pemerintahan berjalan baik dan programnya dirasakan masyarakat,” kata IAS.
IAS berharap capaian politik Golkar Luwu Utara menjadi bagian dari kebangkitan Golkar Sulsel secara keseluruhan.
“Jangan ada lagi daerah yang merasa berjalan sendiri. Kita ini satu Golkar Sulsel. Kekuatan di setiap kabupaten adalah kekuatan Golkar Sulsel,” pungkasnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News