IAS Targetkan Kursi Golkar Sulsel Naik 50 Persen, Luwu Timur Diminta Bangkit dari 'Tsunami Politik'

Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), saat melakukan konsolidasi dengan jajaran DPD Partai Golkar Luwu Timur di Hotel Lagaligo, Malili, Rabu malam (12/8/2026). @Jejakfakta/dok. Ist.

IAS optimistis target kenaikan kursi Golkar Sulsel sebesar 50 persen tercapai. Golkar Luwu Timur diminta bangkit setelah kursi turun dari tujuh menjadi empat pada Pemilu 2024.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) memasang target ambisius untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif Golkar Sulsel sebesar 50 persen. Target tersebut disebut IAS sebagai bagian dari komitmennya kepada Ketua Umum Partai Golkar sekaligus menjadi pekerjaan bersama seluruh kader.

Hal itu disampaikan IAS saat melakukan konsolidasi dengan jajaran DPD Partai Golkar Luwu Timur di Hotel Lagaligo, Malili, Rabu malam (12/8/2026).

Konsolidasi tersebut dihadiri Ketua DPD Golkar Luwu Timur Aripin bersama jajaran pengurus DPD, pimpinan kecamatan, desa/kelurahan, serta para sesepuh partai.

Baca Juga : Golkar Sulsel Tidak Boleh Hanya Kuat di Makassar

Di hadapan kader Golkar Luwu Timur, IAS menegaskan target kenaikan kursi sebesar 50 persen bukan sekadar angka politik. Target tersebut merupakan bagian dari komitmen yang harus dijawab melalui kerja bersama seluruh struktur partai.

“Saya optimistis target menambah kursi 50 persen bisa tercapai. Ini merupakan kontrak politik saya dengan Ketua Umum. Tetapi tentu saya tidak bisa sendiri. Ini harus menjadi kerja bersama,” tegas IAS.

Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran Golkar, mulai dari pengurus tingkat provinsi, kabupaten/kota, anggota legislatif, hingga struktur partai di tingkat bawah.

Baca Juga : Ketua Golkar Toraja Utara Akui Internal Partai Masih Butuh Pembenahan

“Ini bukan pekerjaan satu orang. Kalau saya sudah berkomitmen kepada Ketua Umum, maka seluruh kader harus ikut menjawab komitmen itu dengan kerja,” ujarnya.

Golkar Luwu Timur Diminta Tak Larut dalam Kekalahan

Target kebangkitan Golkar juga menjadi perhatian khusus di Luwu Timur. Pada Pemilu 2024, perolehan kursi Golkar di DPRD Luwu Timur merosot dari tujuh menjadi empat kursi. Penurunan tersebut membuat Golkar kehilangan posisi pimpinan DPRD.

Baca Juga : IAS: Semua Generasi Harus Mendapat Ruang di Golkar

Ketua DPD Golkar Luwu Timur Aripin mengakui kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi partai. Namun, ia optimistis kepemimpinan IAS di Golkar Sulsel dapat menjadi momentum untuk mengembalikan kekuatan politik partai di daerah.

Aripin bahkan menyebut IAS sebagai tokoh pemersatu Sulawesi Selatan dan berharap kepemimpinannya mampu mendorong kebangkitan Golkar di Luwu Timur.

“Di bawah Pak IAS yang dikirim untuk memimpin Golkar, kami yakin kursi bisa bertambah. Bahkan kami optimistis bisa kembali meraih pimpinan,” kata Aripin.

Baca Juga : Ketua Harian Golkar Enrekang: Kembalinya IAS Jadi Berkah bagi Partai

IAS meminta jajaran Golkar Luwu Timur tidak larut dalam kekecewaan akibat penurunan perolehan kursi tersebut.

“Pak Aripin tidak usah kecewa, apalagi berkecil hati. Memang kita turun dari tujuh menjadi empat. Orang menyebutnya tsunami politik. Tetapi itu adalah tantangan yang kita hadapi,” kata IAS.

Menurutnya, hasil Pemilu 2024 harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi dan pola kerja partai. Konsolidasi serta soliditas kader menjadi kunci untuk membangun kembali kekuatan Golkar.

Baca Juga : Ketua Golkar Pinrang Singgung Soal Kekeringan Saat Terima Roadshow IAS

“Insyaallah ini bisa kita lalui dengan konsolidasi dan soliditas kader. Kita harus belajar dari apa yang terjadi dan memperbaiki cara kerja kita,” ujarnya.

IAS Dorong Golkar Adaptif Hadapi Perubahan Politik

IAS juga mengingatkan kader agar tidak menjalankan politik dengan pola lama. Menurutnya, perubahan perilaku dan aspirasi masyarakat menuntut Golkar untuk lebih adaptif.

Golkar, kata dia, harus mampu membaca perubahan yang terjadi di tengah masyarakat dan menerjemahkannya ke dalam cara kerja partai.

“Golkar harus hadir di tengah perubahan. Kita harus membaca perubahan di masyarakat dan menyesuaikan cara kerja kita. Kalau kita solid dan bekerja bersama, saya optimistis target 50 persen itu bisa kita capai,” pungkasnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Erwin Ijarta
Berita Terbaru