IAS Dorong Penguatan Kader hingga Akar Rumput, Karakterdes Berpeluang Dihidupkan Kembali
Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengatakan karakterdes memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung langsung antara partai dan masyarakat di tingkat paling bawah.
Jejakfakta.com, PALOPO — Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), memberi sinyal akan menghidupkan kembali Kader Penggerak Teritorial Desa (Karakterdes) sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas kader dan jaringan partai hingga ke tingkat akar rumput.
Gagasan tersebut disampaikan IAS saat melakukan konsolidasi bersama jajaran DPD Partai Golkar Kota Palopo di Kantor Golkar Kota Palopo, Kamis (13/8/2026). Konsolidasi itu dihadiri pengurus dari sembilan kecamatan dan 48 kelurahan, jajaran DPD, serta anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Palopo.
Dalam kunjungan tersebut, IAS didampingi Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel Lukman B Kady, serta sejumlah fungsionaris Partai Golkar Sulsel.
Baca Juga : IAS Perkuat Golkar Sulsel dengan Dewan Pakar, Targetkan Partai Tak Sekadar Kuat Struktur
IAS menilai penguatan partai tidak cukup hanya mengandalkan struktur formal. Menurutnya, Golkar membutuhkan kader yang mampu hadir, berkomunikasi, dan bekerja langsung bersama masyarakat.
“Saya masih ingat dulu ada Karakterdes. Itu kader penggerak yang bekerja sampai ke tingkat desa. Semangat seperti ini yang perlu kita hidupkan kembali,” kata IAS.
Menurut IAS, Karakterdes memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung langsung antara partai dan masyarakat di tingkat paling bawah. Kader penggerak teritorial dituntut mampu membangun komunikasi dengan warga, memahami persoalan di lingkungannya, sekaligus menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada partai.
Baca Juga : IAS Targetkan Kursi Golkar Sulsel Naik 50 Persen, Luwu Timur Diminta Bangkit dari 'Tsunami Politik'
“Kalau kita ingin Golkar kuat, kita harus tahu apa yang terjadi di masyarakat. Kader di bawah harus bisa mendengar, menyerap aspirasi dan menyampaikannya kepada partai,” ujarnya.
IAS menegaskan keberadaan kader di tingkat desa dan kelurahan juga penting untuk memperkuat kerja politik Golkar dalam menghadapi berbagai momentum pemilu. Namun, ia mengingatkan agar aktivitas kader tidak hanya terlihat ketika kontestasi politik berlangsung.
“Jangan hanya muncul ketika mau pemilu. Kader harus hadir setiap saat. Ada persoalan masyarakat, kita tahu. Ada kebutuhan masyarakat, kita dengar. Ada aspirasi, kita perjuangkan,” tegasnya.
Baca Juga : Golkar Sulsel Tidak Boleh Hanya Kuat di Makassar
Karena itu, IAS menyebut penguatan jaringan teritorial harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya kader. Menurut dia, kader tidak cukup hanya memiliki posisi dalam struktur, tetapi juga harus dibekali pengetahuan, kemampuan komunikasi, serta pemahaman terhadap persoalan masyarakat.
“Kita ingin kader yang punya kapasitas. Bukan hanya ada namanya di struktur, tetapi benar-benar bekerja dan memahami masyarakat,” katanya.
IAS mengatakan semangat Karakterdes akan menjadi salah satu referensi dalam memperkuat sistem pengaderan dan jaringan teritorial Golkar Sulsel ke depan.
Baca Juga : Ketua Golkar Toraja Utara Akui Internal Partai Masih Butuh Pembenahan
Ia berharap penguatan tersebut mampu membuat struktur partai semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi Golkar menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
“Kita harus kembali memperkuat akar rumput. Kalau akar kita kuat, pohonnya juga akan kuat,” pungkas IAS. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News