IAS: Silaturahmi Masih Lebih Kuat dari Politik Uang
Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengatakan kader yang konsisten turun ke masyarakat akan memiliki modal kepercayaan yang lebih kuat.
Jejakfakta.com, WAJO — Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menilai silaturahmi masih menjadi modal politik yang lebih tahan lama dibandingkan politik uang dalam membangun dukungan masyarakat.
Pandangan itu disampaikan IAS saat melakukan konsolidasi bersama jajaran DPD Partai Golkar Kabupaten Wajo, Jumat (14/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Wajo tersebut dihadiri pengurus DPD, anggota fraksi, pimpinan kecamatan hingga pimpinan kelurahan.
Di hadapan kader, IAS mengakui politik uang masih menjadi fenomena yang mewarnai setiap kontestasi elektoral. Namun, ia meyakini kekuatan hubungan sosial dan kepercayaan yang dibangun melalui silaturahmi memiliki daya tahan lebih panjang.
Baca Juga : Baso: Kepemimpinan Visioner IAS Jadi Modal Golkar Sulsel Menuju Kejayaan
“Kalau kekuatan uang kita hadapkan dengan kekuatan silaturahmi, saya kira silaturahmi masih unggul,” kata IAS.
IAS tidak menampik bahwa dalam kondisi tertentu politik uang dapat memengaruhi pilihan pemilih. Terutama, kata dia, pada kelompok masyarakat yang pragmatis dan mempertimbangkan keuntungan langsung dari sebuah kontestasi.
“Memang ada kondisi tertentu money politics bisa menang, terutama bagi pemilih yang pragmatis,” ujarnya.
Baca Juga : IAS Minta Anggota DPRD Golkar Tak Lupakan Kader Saat Reses
Meski demikian, IAS menilai fenomena tersebut tidak serta-merta menghilangkan kekuatan hubungan sosial yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Menurutnya, karakter masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, masih sangat dipengaruhi oleh hubungan kekeluargaan, kedekatan personal dan tradisi saling mengunjungi.
“Struktur masyarakat kita masih selalu mengedepankan silaturahmi,” kata IAS.
Baca Juga : IAS: September, Golkar Sulsel Mulai Survei Calon Ketua DPD Kabupaten/Kota
Jangan Datang Hanya Saat Butuh Suara
Karena itu, IAS mengingatkan kader Golkar agar tidak membangun hubungan dengan masyarakat hanya ketika momentum pemilu tiba.
Silaturahmi, menurutnya, harus dilakukan secara konsisten, baik sebelum maupun setelah kontestasi. Kader juga diminta hadir untuk mendengar persoalan masyarakat, bukan sekadar meminta dukungan politik.
Baca Juga : IAS Dorong Penguatan Kader hingga Akar Rumput, Karakterdes Berpeluang Dihidupkan Kembali
“Silaturahmi itu harus terus dijaga. Jangan hanya datang ketika membutuhkan suara,” ujarnya.
IAS meyakini kader yang konsisten turun ke masyarakat akan memiliki modal kepercayaan yang lebih kuat. Kehadiran tersebut membuat masyarakat mengenal kader sekaligus mengetahui kepada siapa mereka dapat menyampaikan persoalan.
“Kalau kita hadir di tengah masyarakat, mereka mengenal kita. Kalau ada persoalan, mereka tahu kepada siapa harus menyampaikan,” katanya.
Baca Juga : IAS Perkuat Golkar Sulsel dengan Dewan Pakar, Targetkan Partai Tak Sekadar Kuat Struktur
Menurut IAS, pendekatan tersebut sekaligus menjadi kekuatan bagi Golkar yang memiliki struktur organisasi hingga tingkat akar rumput.
Ia mendorong seluruh kader mengoptimalkan struktur partai tersebut dengan memperkuat hubungan sosial dan membangun kepercayaan di tengah masyarakat.
“Jangan kita berpikir politik hanya soal uang. Ada hubungan, ada kepercayaan, ada silaturahmi yang harus kita rawat,” tegas IAS.
IAS menambahkan, hubungan yang dibangun melalui silaturahmi memiliki nilai strategis karena tidak berhenti pada satu momentum politik.
“Uang bisa selesai hari itu. Tetapi kalau hubungan dan kepercayaan sudah terbangun, itu bisa bertahan lama,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News