Jelajah Sampah Titik ke-14, Appi Ajak Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat mengikuti program Jelajah Sampah yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, dan memasuki titik ke-14 di Kecamatan Tamalanrea, tepatnya di Jalan Bumi Tamalanrea Permai, Minggu (16/8/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Jelajah Sampah titik ke-14 di Tamalanrea, Appi dan Melinda Aksa ajak warga memilah dan mengelola sampah dari rumah demi Makassar Bebas Sampah 2029.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Upaya membangun kesadaran warga untuk mengelola sampah dari sumbernya terus digencarkan Pemerintah Kota Makassar. Melalui program Jelajah Sampah, warga tidak hanya diajak membersihkan lingkungan, tetapi juga belajar memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.

Program yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar itu memasuki titik ke-14 di Kecamatan Tamalanrea, tepatnya di Jalan Bumi Tamalanrea Permai, Minggu (16/8/2026).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi bersama Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar yang juga Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga : Tuntas di 14 Kecamatan, Jelajah Sampah Makassar Kumpulkan 1,5 Ton Sampah

Didampingi Kepala DLH Kota Makassar Helmy Budiman, Appi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari keterlibatan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, mulai dari rumah tangga, komunitas hingga berbagai unsur lainnya," kata Munafri.

Ia mengatakan, Jelajah Sampah menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melihat langsung kondisi lingkungan sekaligus membangun kepedulian bersama.

Baca Juga : Gathering HUT ke-102 Perumda Air Minum, Munafri Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima

Pemkot Makassar, lanjutnya, akan terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas dan berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat.

"Pengelolaan sampah harus dimulai dari kesadaran masyarakat, dibatu oleh Pemerintah dan komunitas. Kolaborasi ini sangat penting menjaga Kebersihan Kota," tuturnya.

Appi menilai, warga harus ditempatkan sebagai bagian penting dari solusi persoalan sampah. Salah satunya dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah berdasarkan jenisnya.

Baca Juga : FunWalk PSMTI Sulsel Semarakkan HUT RI, Appi Tekankan Persatuan dalam Keberagaman

Menurutnya, kegiatan Jelajah Sampah juga memiliki fungsi edukasi agar masyarakat memahami jenis sampah yang dihasilkan sehari-hari, baik organik maupun anorganik, sekaligus mengetahui cara mengelolanya agar memiliki nilai manfaat.

"Tentu lewat kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya diajak mengetahui persoalan sampah, tetapi juga memahami bagaimana sampah dapat dipilah, dikelola dan memiliki nilai manfaat," imbuh Wali Kota.

Ia berharap Jelajah Sampah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program tersebut harus mampu melahirkan kebiasaan baru dan gerakan nyata yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Baca Juga : 70 Paskibraka Makassar Siap Kibarkan Merah Putih di Karebosi, Munafri Tekankan Mental dan Disiplin

"Lewat Jelajah Sampah ini, kita tidak hanya datang untuk memungut dan membersihkan, tetapi juga untuk membuka mata dan memasang kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar kita," harapnya.

Karena itu, masyarakat didorong mulai mengurangi produksi sampah, memilah berdasarkan jenis, mengolah sampah yang masih bernilai guna, serta memastikan sampah dikelola dengan baik.

“Jelajah Sampah titik ke-14 ini jangan berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kita ingin ada gerakan nyata dari masyarakat untuk mengurangi, memilah, mengolah dan mengelola sampah mulai dari lingkungan masing-masing," tutup Appi.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Pastikan Upacara HUT ke-81 RI di Karebosi Siap Digelar

Edukasi Sampah dari Rumah hingga Lingkungan

Kepala DLH Kota Makassar Helmy Budiman mengatakan, Jelajah Sampah merupakan kegiatan edukatif dan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

"Ini kegiatan sejak bulan Juni, dan Kecamatan Tamalanrea menjadi kecamatan ke-14," ujar Helmy.

Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, RT/RW, kader Posyandu, kader KB, komunitas, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.

Helmy menjelaskan, program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai persoalan persampahan sekaligus memperkenalkan berbagai solusi yang dapat diterapkan masyarakat mulai dari lingkungan rumah.

"Dan memang dibentuk untuk memberikan pemahaman mengenai permasalahan persampahan dan memberikan berbagai macam solusi berkaitan dengan soal persampahan," jelasnya.

Tak hanya berlangsung di dalam ruangan, Jelajah Sampah juga dikemas dengan aktivitas luar ruangan yang interaktif.

Untuk kegiatan indoor, peserta mendapatkan pelatihan pengolahan sampah melalui biopori dan komposter, pengolahan sampah organik menggunakan maggot, serta pembuatan eco-enzyme.

"Sementara kegiatan outdoor diisi dengan talk show, diskusi mengenai persoalan persampahan di Kota Makassar, pameran produk daur ulang, hingga aksi plogging dan penimbangan sampah," tuturnya.

Dalam aksi plogging di Kecamatan Tamalanrea, peserta berhasil mengumpulkan 13,6 kilogram sampah.

Sampah tersebut terdiri atas 1,02 kilogram sampah organik, 3,12 kilogram anorganik, 0,18 kilogram bahan berbahaya dan beracun (B3), serta 8,74 kilogram residu.

Menurut Helmy, data tersebut menjadi gambaran nyata mengenai jenis sampah yang ditemukan di lingkungan sekaligus bahan edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami dampak kebiasaan membuang sampah tanpa memilah.

"Jelajah Sampah Kota Makassar merupakan sebuah kegiatan yang sifatnya edukasi dan kolaboratif," katanya.

Ia menambahkan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya DLH meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membatasi timbulan sampah sekaligus mendorong pengelolaan sampah secara mandiri.

Masyarakat diajak mengenal persoalan sampah di wilayah masing-masing dan memahami bahwa setiap orang memiliki peran untuk menjadi bagian dari solusi.

Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, Jelajah Sampah menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, komunitas hingga masyarakat umum.

Helmy menegaskan, program tersebut menjadi salah satu langkah memperkuat gerakan menuju Makassar Bebas Sampah 2029.

"Ini menjadi momentum kolektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pembatasan timbulan sampah," pungkasnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru