Appi Tegaskan Makassar Milik Semua, Toleransi Jadi Kekuatan Pembangunan Kota
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan, Makassar harus terus berkembang sebagai kota inklusif yang memberikan ruang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk setiap pemeluk agama untuk menjalankan ibadah dan hari rayanya secara aman dan nyaman.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus menjaga toleransi dan kebebasan beragama. Pesan itu disampaikan saat menghadiri Perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Tahun 2026 yang digelar Keuskupan Agung Makassar di Kompleks Persekolahan Rajawali, Jalan Lamadukelleng Nomor 7, Makassar, Minggu (16/8/2026).
Di hadapan umat Katolik, Appi menekankan bahwa keberagaman bukan sekadar identitas Kota Makassar, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama. Menurutnya, pembangunan kota membutuhkan persaudaraan dan toleransi agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya menyampaikan selamat merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga kepada seluruh umat Katolik, khususnya keluarga besar Keuskupan Agung Makassar," ucap Appi.
Baca Juga : HUT ke-81 RI, Melinda Aksa Dorong TP PKK Makassar Cetak Generasi Sehat dan Berkarakter
Ia berharap perayaan tersebut tidak hanya menjadi momentum penguatan iman bagi umat Katolik, tetapi juga menghadirkan kedamaian, sukacita, pengharapan, serta memperkuat semangat toleransi di tengah masyarakat.
"Pembangunan ini tidak akan bisa berjalan dengan baik ketika nilai-nilai persaudaraan dan nilai-nilai toleransi tidak kita junjung," tegasnya.
Makassar Harus Jadi Kota yang Inklusif
Baca Juga : Upacara HUT ke-81 RI di Karebosi, Appi Dorong Pelayanan Publik yang Makin Mudah
Mantan CEO PSM itu mengatakan, Makassar harus terus berkembang sebagai kota inklusif yang memberikan ruang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk setiap pemeluk agama untuk menjalankan ibadah dan hari rayanya secara aman dan nyaman.
"Kita berharap Kota Makassar menjadi sebuah kota yang sangat inklusif, memberikan ruang kepada saudara-saudara kita, para pemeluk agama yang lain, untuk bisa dengan bebas melaksanakan hari raya keagamaan mereka," harapnya.
Menurut Appi, semangat perayaan keagamaan juga seharusnya melampaui kegiatan seremonial. Nilai-nilai kasih, kepedulian, dan kebersamaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Baca Juga : IAS Hadiri HUT ke-81 RI di Karebosi, Momentum Silaturahmi Para Mantan Pemimpin Makassar
"Kita berharap ini tidak hanya menjadi sebuah seremonial yang dilaksanakan secara internal oleh saudara kita umat Katolik, tetapi juga bisa memberikan dampak kepada masyarakat yang ada di sekitarnya untuk saling menghargai dan saling membantu satu dengan yang lain," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kemanusiaan tidak mengenal sekat agama, suku, maupun latar belakang. Menurutnya, setiap upaya membantu sesama harus berangkat dari keikhlasan dan kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
"Proses-proses kemanusiaan berjalan sesuai dengan keikhlasan untuk melihat siapa yang perlu kita bantu dan kita bisa bersama-sama di dalamnya."
Baca Juga : Paskibraka Makassar Terjemahkan Jiwa Bahari Lewat Formasi Benteng Fort Rotterdam
Perbedaan Jadi Kekuatan
Appi menilai keberagaman suku, agama, budaya, dan latar belakang yang hidup di Makassar merupakan modal sosial yang harus terus dipelihara.
"Perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk saling mengenal, menghargai, dan bekerja sama," katanya.
Baca Juga : HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Bawa Layanan Publik ke Genggaman Warga
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Kekuatan hubungan sosial dan kepedulian masyarakat menjadi indikator penting dalam menciptakan kota yang berkelanjutan.
"Saya percaya, pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa kuat persaudaraan dan kepedulian masyarakatnya," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Appi mengajak umat Katolik untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan kehidupan sosial yang penuh kasih dan kepedulian. Ia mendorong seluruh masyarakat membangun kebiasaan saling menghormati, membantu, bergotong royong, serta menjaga persaudaraan tanpa memandang perbedaan.
"Nilai-nilai kasih yang diajarkan dalam kehidupan Bunda Maria hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat," imbuh Munafri.
Politisi Golkar tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Agung Makassar dan umat Katolik yang selama ini aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Menurutnya, kontribusi tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Makassar.
"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan organisasi keagamaan, untuk bersama-sama menciptakan Makassar yang aman, nyaman, inklusif, religius," pungkasnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News