Atasi Krisis Air, Plt Dirut PDAM Makassar Minta Kementerian PU Bangun Bendung Karet di Sungai Tello

Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, saat melakukan pemaparan dan koordinasi di Kantor Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, Sekretariat Jenderal Kementerian PU RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). @Jejakfakta/dok. Humas PDAM Makassar

Atasi krisis air Makassar, Plt Dirut PDAM Andi Syahrum meminta Kementerian PU memfasilitasi pembangunan bendung karet di Sungai Tello dan pemanfaatan air Bendungan Nipa-Nipa.

Jejakfakta.com, JAKARTA — Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memfasilitasi pembangunan bendung karet di Sungai Tello.

Selain itu, ia mengusulkan agar air dari Bendungan Nipa-Nipa di Kecamatan Manggala dapat dimanfaatkan untuk menambah pasokan air baku bagi Kota Makassar.

Permintaan tersebut disampaikan Andi Syahrum saat melakukan pemaparan dan koordinasi di Kantor Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, Sekretariat Jenderal Kementerian PU RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga : Perumda Air Minum Makassar Kolaborasi Kejati Sulsel Tingkatkan Pemahaman Hukum

Dalam kunjungan tersebut, Andi Syahrum diterima Rani Charisma Dewi dan Rethon Muliana Canopy yang mewakili Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah Kementerian PU RI.

Andi Syahrum mengatakan, pembangunan bendung karet di Sungai Tello dibutuhkan untuk membantu menekan kadar total dissolved solids (TDS) di kawasan pompa Manggala. Tingginya kadar TDS dinilai dapat memengaruhi kinerja pompa dan proses pengolahan air baku.

"Yang pertama adalah bagaimana bisa ada bendung karet di Sungai Tello supaya tingkat TDS di daerah pompa Manggala ini bisa kita minimalisir, sehingga pompa kita bisa berjalan dengan baik," kata Andi.

Baca Juga : Gathering HUT ke-102 Perumda Air Minum, Munafri Tekankan Profesionalitas dan Pelayanan Prima

Selain pembangunan bendung karet, Andi Syahrum juga mengusulkan pemanfaatan air Bendungan Nipa-Nipa untuk dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Manggala.

Tambahan pasokan tersebut diharapkan dapat meningkatkan debit air yang bisa diolah dan selanjutnya didistribusikan kepada pelanggan.

"Kemudian yang kedua, bagaimana kami bisa difasilitasi menggunakan air yang ada di Bendungan Nipa-Nipa untuk dialirkan ke Instalasi Manggala supaya debit kita bisa bertambah," ujarnya.

Baca Juga : Laba PDAM Makassar Tembus Rp17,3 Miliar, Dua Kali Lipat Target Tahunan

Menurut Andi, kedua usulan tersebut dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi risiko krisis air bersih di Makassar, khususnya bagi enam kecamatan yang membutuhkan dukungan pasokan air.

"Dampaknya, krisis air bersih di Kota Makassar itu bisa diselesaikan dengan baik, terutama untuk air bersih di enam kecamatan. Sehingga kita tidak perlu lagi was-was atau khawatir jika terjadi musim kemarau," katanya.

Lebih lanjut, Andi Syahrum berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat dilaksanakan pada musim kemarau sehingga manfaatnya bisa segera terlihat.

Baca Juga : Semarak HUT ke-102, Perumda Air Minum Makassar dan Karang Taruna Gelar Donor Darah

"Apalagi kegiatan ini bisa dikerjakan di musim kemarau, bisa kita lihat hasilnya," tambahnya.

Ia menyebut, usulan tersebut belum pernah diajukan oleh jajaran direksi sebelumnya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti bendung karet dan pemanfaatan sumber air bendungan merupakan ranah pemerintah dan bukan pekerjaan yang dapat dikerjakan langsung oleh Perumda Air Minum.

"Belum pernah. Karena sebenarnya ini adalah proyek yang mestinya di tingkat pemerintahan, bukan di PDAM yang mengerjakan atau meneruskan atau berkomunikasi dengan kementerian," jelasnya.

Baca Juga : Hadapi Kemarau Panjang, Appi Minta PDAM Makassar Jaga Pasokan Air dan Likuiditas

Meski demikian, Andi Syahrum mengambil inisiatif mendatangi pemerintah pusat untuk menyampaikan kebutuhan tersebut. Ia berharap usulan itu dapat menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Kota Makassar dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum dalam menentukan tindak lanjut.

"Kami mengambil inisiatif ini supaya bisa menjadi bahan masukan kepada KPM dan Ketua Dewas juga selaku Sekda untuk bagaimana menindaklanjuti apa-apa yang telah kami berikan bahan-bahannya," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru