Dari Sekolah untuk Bumi, DLH Luwu Timur Ajarkan Pelajar Kelola Sampah untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Sosialisasi pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur di Sekolah Alam Luwu Timur, Senin (13/7/2026). @Jejakfakta/dok. IST.

DLH Luwu Timur mengajarkan pelajar Sekolah Alam menerapkan prinsip 3R melalui program TAPLAK sebagai bagian dari aksi peduli lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Upaya menghadapi perubahan iklim tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Dari lingkungan sekolah, kebiasaan sederhana seperti memilah dan mengurangi sampah dapat menjadi bagian dari aksi nyata menjaga bumi.

Pesan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur di Sekolah Alam Luwu Timur, Senin (13/7/2026).

Kegiatan ini digelar untuk mendukung implementasi Gerakan Tanggung Jawab Pelajar keloLA LingKungan (TAPLAK) sekaligus menanamkan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) kepada pelajar.

Baca Juga : Penulis Buku "Jelajah Hijau di Pantai Losari" Tegaskan Tak untuk Dikomersialkan di Sekolah

Tidak sekadar memberikan pemahaman melalui materi, sosialisasi tersebut dikemas secara interaktif agar siswa dapat langsung mempraktikkan cara mengelola sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluh Lingkungan DLH Kabupaten Luwu Timur, Ni Kade Fionika, memandu para siswa mengenali berbagai jenis sampah serta mempraktikkan cara memilahnya berdasarkan kategori.

"Para pelajar juga diperkenalkan pada konsep pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna. Sampah yang dapat digunakan kembali maupun didaur ulang diarahkan agar tidak langsung berakhir sebagai limbah," ujarnya.

Baca Juga : Pesta Rakyat Manggala, Munafri Tegaskan Komitmen Jadikan Manggala Prioritas Pembangunan

Kebiasaan Kecil dari Sekolah

Pendekatan praktik membuat proses pembelajaran lingkungan menjadi lebih dekat dengan keseharian siswa. Mereka tidak hanya mengetahui apa itu Reduce, Reuse, dan Recycle, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana prinsip tersebut diterapkan.

Melalui TAPLAK, pembentukan perilaku peduli lingkungan diarahkan menjadi kebiasaan yang dimulai dari ruang terdekat, termasuk sekolah.

Baca Juga : Di Kecamatan Panakkukang, Munafri Ingin Pesta Rakyat Libatkan Warga dan UMKM Lokal

"Kebiasaan mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah sampah untuk didaur ulang dinilai dapat menjadi langkah sederhana yang dilakukan pelajar setiap hari," ujar Ni Kade Fionika.

Pelajar Jadi Bagian dari Aksi Iklim

Pengelolaan sampah juga ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan berkaitan erat dengan pola perilaku manusia.

Baca Juga : Pemkot Makassar Perkuat Sarana Persampahan, Armada Ditambah dan Mesin Pengolah Disiapkan

Karena itu, edukasi sejak usia sekolah diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi berkembang menjadi karakter dan kebiasaan.

DLH Kabupaten Luwu Timur berharap penerapan prinsip 3R di lingkungan sekolah dapat membentuk pelajar yang memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan. Kebiasaan tersebut kemudian diharapkan terbawa ke rumah dan lingkungan masyarakat.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun generasi yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga : Munafri Jalan Sehat Bersama Warga Maccini Sombala, Ingatkan Pilah Sampah dan Waspada Kemarau

Semangat TAPLAK mendorong agar aksi menjaga lingkungan dimulai dari hal-hal sederhana. Ketika memilah sampah menjadi kebiasaan, pelajar pada saat yang sama sedang mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru