Munafri Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Kebakaran Asrama TNI Terpenuhi
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau posko korban kebakaran Asrama Mattoanging TNI dan memastikan kebutuhan dasar serta akses kesehatan terpenuhi.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau posko pengungsian korban kebakaran di kawasan Asrama Mattoanging TNI, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pabatang, Kecamatan Mamajang, Rabu (2/9/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan Munafri untuk memastikan penanganan warga terdampak berjalan dengan baik, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di posko pengungsian.
Munafri melihat langsung kondisi posko, bantuan yang tersedia, serta dapur umum yang disiapkan bagi warga terdampak. Ia juga meminta jajaran pemerintah di tingkat kelurahan memastikan warga mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
Baca Juga : Jembatan Kembar Barombong Mau Dibangun Pemkot Makassar, Tiga Bidang Lahannya Masih Bersengketa
Ia menekankan agar layanan kesehatan menjadi perhatian penting, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan balita, sehingga tetap mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan selama berada di posko.
“Saya minta Pak Lurah, akses ke puskesmas dipastikan,” kata Munafri saat meninjau lokasi.
Dalam kunjungannya, Munafri turut menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung kebutuhan warga selama berada di pengungsian. Bantuan tersebut berupa berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari perlengkapan tidur, kotak P3K, hingga perlengkapan kebersihan lainnya.
Baca Juga : Di Pesta Rakyat, Appi Ungkap 8.764 Rumah di Tallo Bebas Iuran Sampah Sejak 2025
Munafri mengatakan, penanganan korban kebakaran merupakan bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Makassar. Langkah tersebut sekaligus mencerminkan sinergi antara Pemkot Makassar dan TNI dalam menangani warga terdampak.
“Ini juga kolaborasi kita. Kita dari Dinas Sosial turun dengan dapur umum dan BPBD dengan bantuan-bantuan kedaruratan yang turun,” ujarnya.
Diketahui, kebakaran melanda kawasan Asrama Mattoanging TNI pada Selasa (1/9/2026), sekitar pukul 13.41 Wita. Sekitar 35 rumah yang dihuni 35 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News