KPU Makassar Dorong OSIS Jadi Laboratorium Demokrasi, Siapkan Pendampingan Pemilihan Serentak 2026
KPU Makassar menggandeng Cabdis Pendidikan Wilayah I Sulsel untuk mendampingi Pemilihan Ketua OSIS Serentak 2026 sebagai pembelajaran demokrasi bagi pelajar.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di tingkat SMA/SMK sederajat di Kota Makassar akan didorong menjadi ruang belajar demokrasi bagi pelajar.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar mulai menyiapkan kolaborasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan untuk memberikan pendampingan dalam Pemilihan Ketua OSIS Serentak Tahun Pelajaran 2026/2027.
Langkah tersebut dibahas dalam audiensi KPU Kota Makassar dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga : KPU Maros Siapkan Pilketos Serentak 30 September, Siswa Diajak Praktik Demokrasi Sejak Dini
Dalam pertemuan itu, Anggota KPU Kota Makassar Muh. Abdi Goncing didampingi staf Subbagian Partisipasi Masyarakat dan SDM. Rombongan KPU diterima langsung Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Asqar.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara penyelenggara pemilu dan dunia pendidikan, khususnya dalam memberikan pendampingan kepada sekolah yang akan melaksanakan Pemilihan Ketua OSIS Serentak 2026.
Muh. Abdi Goncing mengatakan, pendampingan tersebut diharapkan tidak sekadar membantu proses teknis pemilihan Ketua OSIS, tetapi juga memberikan pengalaman demokrasi secara langsung kepada para siswa.
Baca Juga : Kejati Sulsel Geledah Dinas Pendidikan Sulsel, Usut Dugaan Korupsi Proyek Perpustakaan Digital 2022
“Kami berharap, dengan adanya pendampingan dari KPU Kota Makassar, pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS serentak se-Sulsel di Kota Makassar ini dapat menjadi sarana pembelajaran demokrasi secara langsung bagi para siswa,” ungkap Abdi.
Menurutnya, lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu ruang penting untuk memperkenalkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda sejak dini.
Melalui proses pemilihan Ketua OSIS, siswa dapat mengenal tahapan pemilihan, proses pencalonan, penyampaian visi dan misi, pemungutan suara hingga menerima hasil pemilihan secara demokratis.
Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Asqar, menyatakan pihaknya akan segera menginventarisasi sekolah-sekolah yang tahapan Pemilihan Ketua OSIS-nya telah berjalan.
Data tersebut selanjutnya akan diinformasikan kepada KPU Kota Makassar sebagai dasar untuk menentukan sekolah yang membutuhkan pendampingan.
Baca Juga : KPU Temui Wali Kota Makassar Bahas Sinergi Program Pemutakhiran Data dan Pendidikan Pemilih
Pendampingan KPU nantinya akan disesuaikan dengan tahapan pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 188.4/7848/DISDIK tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS Serentak SMA/SMK Negeri dan Swasta Tahun Pelajaran 2026/2027.
Asqar menegaskan kesiapan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I untuk berkolaborasi dengan KPU Kota Makassar dalam meningkatkan pemahaman dan praktik demokrasi di kalangan generasi muda.
“Pada intinya, kami selalu siap berkolaborasi dengan KPU Kota Makassar. Harapannya, kegiatan yang akan digagas dapat meningkatkan kualitas demokrasi di Kota Makassar,” ujar Asqar.
Baca Juga : Pemerintah Kota Makassar dan KPU Kolaborasi Siapkan Pemilihan RT/RW Demokratis
KPU Kota Makassar berharap hasil audiensi tersebut segera ditindaklanjuti melalui pendampingan langsung di sekolah-sekolah.
Dengan demikian, Pemilihan Ketua OSIS Serentak Tahun 2026 se-Sulawesi Selatan diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pergantian kepemimpinan organisasi siswa.
Lebih jauh, proses tersebut dapat menjadi laboratorium demokrasi di sekolah, tempat pelajar belajar memilih pemimpin, menyampaikan aspirasi, menghormati perbedaan pilihan, serta menerima hasil pemilihan secara demokratis.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendidikan demokrasi sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi pemilih pada masa mendatang, tetapi memahami nilai, proses, dan tanggung jawab yang melekat dalam kehidupan demokrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News