PARAGA, Strategi Baru Dispora Makassar Cetak Atlet dan Sportpreneur Muda
Dispora Makassar menghadirkan PARAGA, inovasi pembinaan atlet dan pemuda yang mengintegrasikan olahraga, sportpreneurship, kepemimpinan, kreativitas, dan teknologi digital.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Pembinaan atlet tidak lagi cukup hanya berorientasi pada prestasi di arena. Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mulai mendorong pendekatan yang lebih luas dengan mengintegrasikan olahraga, kepemudaan, kreativitas, kewirausahaan, dan teknologi digital.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui PARAGA (Pusat Akselerasi Regenerasi Atlet dan Generasi Aktif) yang dipresentasikan Kepala Dispora Kota Makassar, Syamsul Bahri, dalam Pameran dan Seminar Implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV, Selasa (29/7/2026).
PARAGA dirancang sebagai ekosistem kolaboratif untuk memperkuat proses regenerasi atlet sekaligus membuka ruang pengembangan potensi generasi muda di luar arena pertandingan.
Baca Juga : Kadispora Makassar Tekankan Disiplin ASN, Pelayanan Publik Jadi Ukuran Utama
“PARAGA tidak hanya berbicara tentang bagaimana melahirkan atlet berprestasi, tetapi bagaimana membangun generasi muda yang aktif, kreatif, mandiri, dan mampu melihat olahraga sebagai bagian dari peluang masa depan,” ujar Syamsul Bahri dalam pemaparan proyek perubahan tersebut.
Menurutnya, perkembangan dunia olahraga menuntut pola pembinaan yang semakin adaptif. Atlet muda tidak hanya membutuhkan latihan dan kompetisi, tetapi juga kapasitas kepemimpinan, kreativitas, pemanfaatan teknologi, serta pemahaman mengenai dunia usaha.
Karena itu, PARAGA menghubungkan sejumlah aspek dalam satu ekosistem, mulai dari pembinaan atlet, pengembangan kepemimpinan pemuda, kreativitas, sportpreneurship, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Baca Juga : Dispora Makassar Dorong Pemuda Naik Kelas, dari Penonton Jadi Kreator Digital
“Kita ingin ekosistemnya dibangun bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ada sekolah dan perguruan tinggi, organisasi olahraga, dunia usaha, media, komunitas, dan tentu saja anak-anak muda itu sendiri,” kata Syamsul.
Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi salah satu fondasi PARAGA. Melalui program ini, Dispora Makassar berupaya mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan pola pembinaan yang lebih berkelanjutan dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Di sisi lain, konsep sportpreneurship menjadi salah satu pembeda dalam inovasi tersebut. Olahraga tidak hanya ditempatkan sebagai jalur menuju prestasi, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan kreativitas dan peluang ekonomi bagi generasi muda.
Baca Juga : Dispora Makassar Ajak Pemuda Rawat Lingkungan Lewat World Clean Up Day 2026 di Taman Pakui
Dengan pendekatan itu, atlet maupun pemuda diharapkan memiliki kemampuan yang lebih beragam dan tidak berhenti pada pencapaian di lapangan.
“Prestasi olahraga penting, tetapi kita juga harus memikirkan keberlanjutan. Anak-anak muda kita harus punya kemampuan untuk terus berkembang, menciptakan sesuatu, dan memiliki daya saing setelah maupun di luar aktivitas olahraga,” ujarnya.
Implementasi PARAGA juga menjadi bagian dari aktualisasi kepemimpinan Syamsul Bahri dalam program PKN Tingkat II. Proyek perubahan tersebut diarahkan agar inovasi yang lahir dari proses pembelajaran kepemimpinan tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan dapat diterapkan dalam pelayanan publik.
Dalam konteks pembangunan kepemudaan dan olahraga, PARAGA diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas pembinaan sekaligus menciptakan ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda Makassar.
Melalui integrasi olahraga, kepemudaan, kewirausahaan, dan teknologi, Dispora Makassar menempatkan PARAGA sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem generasi muda yang aktif, sehat, berprestasi, inovatif, dan memiliki daya saing.
PARAGA — Membangun Atlet Hari Ini, Menggerakkan Generasi Masa Depan. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News