Dari Limbah hingga Produk Pangan, Inovasi KKN Unhas Luwu Timur Raih Juara 1 Expo
Inovasi 75 mahasiswa KKN Unhas di Luwu Timur meraih juara 1 Expo KKN Gelombang 116. Karya didorong berkembang menjadi produk UMKM desa.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Inovasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang melaksanakan pengabdian di Kabupaten Luwu Timur berhasil meraih juara 1 Expo KKN Gelombang 116 Unhas.
Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Expo KKN Gelombang 116 yang digelar di GOR JK Arenatorium Unhas, Makassar, Sabtu (19/9/2026). Dalam kegiatan itu, mahasiswa menampilkan berbagai produk hasil inovasi selama menjalankan program pengabdian di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
Khusus di Luwu Timur, sebanyak 75 mahasiswa KKN Unhas menjalankan pengabdian selama periode Juni hingga Agustus 2026 dengan mengusung tema “Inovasi Daerah”.
Baca Juga : Normalisasi Sungai Malili Segera Dimulai, Bupati Irwan Minta Dukungan Masyarakat
Mereka tersebar di 12 desa pada tiga kecamatan, yakni Desa Balantang, Baruga, Laskap, Pasi-Pasi, Puncak Indah, Nikkel, Sorowako, Balambano, Ledu-Ledu, Parumpanai, Tabarano, dan Wasuponda.
Berbagai potensi lokal kemudian diolah mahasiswa menjadi produk inovatif. Di antaranya minuman nanas tepache, POC atau pupuk cair organik, briket berbahan sekam padi, serta lilin dari minyak jelantah.
Karya-karya tersebut kemudian dibawa ke Expo KKN Unhas dan berhasil mengantarkan perwakilan mahasiswa KKN dari Luwu Timur meraih juara 1, bersaing dengan karya mahasiswa dari 23 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Safari SSJ Bergulir ke Angkona, Warga Antusias Ikuti Jalan Santai dan Senam
Aini: Jangan Berhenti di Expo
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur, Aini Endis Anrika, yang hadir dalam Expo tersebut mengapresiasi capaian mahasiswa KKN Unhas.
Menurutnya, inovasi yang lahir dari program KKN menunjukkan adanya potensi kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi yang ada di desa.
Baca Juga : Dies Natalis ke-70 Unhas, Munafri Arifuddin Ikut Fun Walk Bersama Ribuan Alumni dan Civitas Akademika
“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Inovasi yang dihasilkan mahasiswa KKN Unhas menunjukkan bahwa potensi yang ada di desa dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Aini.
Ia berharap produk dan inovasi yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti sebagai karya untuk kebutuhan Expo.
Menurut Aini, inovasi tersebut masih memiliki peluang untuk dikembangkan bersama masyarakat dan pemerintah desa agar dapat memberikan nilai tambah secara berkelanjutan.
Baca Juga : Funderland dan Pasar Malam Hadir di Malili, Geliatkan Ekonomi UMKM
“Harapan kami, inovasi-inovasi ini dapat terus dikembangkan bersama masyarakat dan pemerintah desa, sehingga ke depan bisa menjadi bagian dari pengembangan UMKM dan ekonomi masyarakat di Luwu Timur,” pungkasnya.
Unhas Dorong Hilirisasi Produk Mahasiswa
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, juga memberikan apresiasi terhadap berbagai karya mahasiswa yang ditampilkan dalam Expo KKN Gelombang 116.
Baca Juga : Bekali Maba FH Unhas, Appi Ajak Mahasiswa Bergerak dari Ruang Kuliah ke Ruang Kebijakan
Menurutnya, sejumlah inovasi yang dihasilkan mahasiswa memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk menjadi produk yang dapat dipatenkan maupun dikembangkan sebagai produk UMKM di desa lokasi KKN.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten/kota yang telah mendukung dan menyambut baik pelaksanaan KKN mahasiswa Unhas, serta pihak swasta yang turut memfasilitasi kegiatan KKN, di antaranya PT Vale Indonesia, PT Semen Tonasa, dan BPOM,” kata Prof. Muhammad Ruslin.
Expo tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa program KKN tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mengolah potensi lokal menjadi inovasi yang berpeluang dikembangkan secara ekonomi.
Bagi Luwu Timur, capaian juara 1 tersebut menjadi modal awal untuk mendorong agar berbagai inovasi mahasiswa dapat dilanjutkan oleh masyarakat, pemerintah desa, maupun pelaku UMKM setelah program KKN berakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News