DLH Luwu Timur Dorong Aksi Iklim Berbasis Desa, Tabarano dan Balantang Bidik Proklim Utama 2026
DLH Luwu Timur mendampingi verifikasi Proklim Utama 2026 di Desa Tabarano dan Balantang, dengan fokus pada aksi lingkungan berbasis masyarakat.
Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur mendorong penguatan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis masyarakat melalui Program Kampung Iklim (Proklim).
Upaya tersebut dilakukan dengan mendampingi proses verifikasi lapangan Proklim Utama Tahun 2026 di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, dan Desa Balantang, Kecamatan Malili, yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Agustus 2026.
Verifikasi dilakukan Tim Verifikator dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Selatan, Agussalim, S.Si. Verifikasi di Desa Tabarano berlangsung pada 25 Agustus, kemudian dilanjutkan di Desa Balantang pada 26 Agustus.
Baca Juga : Dari Timbunan Sampah Jadi Hutan Kota, Munafri Siapkan Konservasi RTH di TPA Tamangapa
Dalam proses tersebut, tim meninjau langsung berbagai aksi lingkungan yang dijalankan masyarakat di tingkat desa. Penilaian tidak hanya melihat keberadaan program, tetapi juga pelaksanaan dan manfaat aksi mitigasi serta adaptasi perubahan iklim.
Sejumlah aspek yang diverifikasi meliputi pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi energi, pemberdayaan masyarakat melalui kelompok tani dan komunitas lingkungan, hingga pemanfaatan kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan pemerintah desa, Pokja Proklim, Kelompok Wanita Tani, Bank Sampah, tenaga kesehatan desa seperti bidan dan kader sanitarian, serta dunia usaha. PT Vale Indonesia Tbk turut hadir sebagai salah satu mitra pendukung kegiatan.
Baca Juga : Warga Takandeang Tolak Eksplorasi Logam Tanah Jarang PT Perminas, Soroti Ancaman Ruang Hidup
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kabupaten Luwu Timur, Esti Purwaningsih, mengatakan pendampingan dilakukan untuk memastikan berbagai aksi masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Melalui proses verifikasi ini, kami berharap kerja keras pemerintah desa, masyarakat, serta pendampingan berkelanjutan dari Pemerintah Daerah dan mitra kerja dinilai layak. Target kami, Desa Tabarano dan Desa Balantang mampu memboyong Trofi Proklim Utama Tahun 2026,” ujar Esti.
Menurutnya, capaian Proklim tidak semata diukur dari penghargaan, tetapi juga dari keberlanjutan aksi masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Baca Juga : Sampah Jadi Pakan, Pemkot Makassar dan Unhas Bangun Ekosistem Maggot-Ayam Alope
Karena itu, keterlibatan kelompok masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kelompok perempuan, hingga mitra usaha menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan lingkungan di tingkat tapak.
DLH Luwu Timur berharap praktik yang dilakukan Tabarano dan Balantang dapat terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi desa lain untuk memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara mandiri dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News