Pangkep Perkuat Eliminasi TBC, 1.476 Suspect Jadi Sasaran Penelusuran
Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait terus memperkuat kolaborasi untuk memenuhi target penanggulangan TBC yang ditetapkan pemerintah pusat.
Jejakfakta.com - PANGKEP - Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memperkuat upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui penemuan kasus secara aktif, pemeriksaan kontak erat pasien, serta pelibatan aparat hingga tingkat desa dan kelurahan. Salah satu langkah yang didorong adalah inovasi Lapor Batuk, yang memungkinkan RT, RW, lurah, kepala dusun, dan pemerintah desa melaporkan warga dengan gejala batuk berkepanjangan agar segera ditindaklanjuti petugas kesehatan.
Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan evaluasi pencegahan serta pengendalian penyakit tingkat Kabupaten Pangkep di Gedung Al-Hamid, Selasa (20/10/2026). Berdasarkan data yang disampaikan, tercatat sebanyak 1.476 sasaran terduga TBC di Kabupaten Pangkep, dengan jumlah penduduk sekitar 355 ribu jiwa.
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau mengatakan, pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait terus memperkuat kolaborasi untuk memenuhi target penanggulangan TBC yang ditetapkan pemerintah pusat.
Baca Juga : Pangkep Bawa Hasil Bumi di Kirab Swasembada Pangan HUT ke-357 Sulsel
“Dari teman-teman Dinas Kesehatan, pemerintahan dan instansi vertikal lagi bekerja sama untuk mencapai target yang diberikan pemerintah pusat. Bagaimana temuan dan pencegahan TBC bisa berkurang, terkhusus bagaimana keluarga-keluarga suspect yang terkena TBC juga bisa diberikan penanganan,” katanya.
Menurut MYL, upaya penanggulangan tidak hanya berfokus pada penemuan kasus, tetapi juga pencegahan penularan dan pemeriksaan terhadap anggota keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien. Ia menjelaskan, data sasaran penelusuran telah dihimpun secara by name by address. Meski demikian, tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah memastikan pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas.
MYL mengakui, durasi pengobatan TBC yang relatif panjang menjadi salah satu kendala dalam penanganan penyakit tersebut. Karena itu, kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam mengonsumsi obat menjadi faktor penting untuk mendukung keberhasilan pengobatan.
Baca Juga : Libatkan 20 UMKM, Pangkep Promosikan Produk Unggulan di Ekspo HUT Sulsel
“Memang yang menjadi perhatian dan kerja keras kita masing-masing agar masyarakat mau meminum obatnya. Karena tidak dipungkiri, waktu yang digunakan untuk meminum obat jangka waktunya lumayan lama,” tambahnya.
Melalui inovasi Lapor Batuk, pemerintah daerah berharap penemuan warga yang dicurigai mengalami gejala TBC dapat dilakukan lebih cepat. Laporan dari aparat lingkungan akan menjadi pintu awal bagi petugas kesehatan untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Dengan adanya inovasi ini, RT, RW, lurah, dusun dan desa bisa melaporkan kalau ada yang sudah beberapa hari batuk. Dari program ini bisa dilaporkan masyarakat yang kami curigai batuk-batuknya tidak berhenti, bisa menjadi perhatian teman-teman kesehatan,” pungkasnya.
Baca Juga : BKPSDM Pangkep Perkuat Integritas ASN, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan Antikorupsi
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Pangkep Hj. Herlina, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta perwakilan instansi vertikal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News