Pantau 12 Sekolah, Pemkab Lutim dan Save the Children Evaluasi Program Kesehatan Gigi Anak
Pemkab Luwu Timur dan Save the Children memantau program kesehatan gigi anak di 12 sekolah melalui evaluasi kantin sehat dan edukasi kesehatan mulut.
Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama Save the Children Indonesia (StC) memperkuat upaya peningkatan kesehatan gigi dan mulut anak melalui monitoring pelaksanaan Healthier Smiles Program di 12 sekolah dampingan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan edukasi kesehatan gigi dan mulut serta penerapan kantin sehat di lingkungan sekolah berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak.
Persiapan monitoring tersebut dibahas dalam Rapat Working Group Healthier Smiles Program yang digelar di Aula Wisma Trans Malili, Senin (19/10/2026).
Baca Juga : Jelang APBD 2027, Pemkab Lutim Evaluasi Tiga Kartu Sakti agar Manfaatnya Tepat Sasaran
Program ini diinisiasi Save the Children Indonesia bersama Yayasan Celosia Marennu Indonesia, dengan dukungan Mars Snacking Foundation. Kolaborasi lintas sektor tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini melalui edukasi dan pendampingan di sekolah.
Dalam pertemuan itu, para pemangku kepentingan memperkuat koordinasi sekaligus menyusun langkah pelaksanaan monitoring di 12 sekolah dampingan. Proses penilaian akan dilakukan melalui diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) serta observasi langsung.
Dua aspek utama yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan kantin sehat dan implementasi kegiatan kesehatan gigi dan mulut di sekolah.
Baca Juga : Bupati Luwu Timur Unjuk Kebolehan Memasak Nasi Goreng di HUT Sulsel ke-357
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur, Amran Akmal, menegaskan pentingnya komitmen seluruh pihak dalam menjalankan peran masing-masing untuk mendukung keberhasilan program.
“Kita semua sudah mengetahui tugas dan fungsi masing-masing. Karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat bekerja maksimal dan memperkuat kolaborasi agar program ini berjalan dengan baik,” tutur Amran.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Agama, St. Rabiah, saat membuka kegiatan, menekankan pentingnya pendampingan terhadap anak dan guru agar edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Irwan Bachri Syam Pimpin PMI Lutim, Pemkab Siapkan Dukungan Anggaran
Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dirasakan secara langsung oleh anak-anak di sekolah dampingan.
“Kita berharap program ini dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya dirasakan secara nyata oleh anak-anak di sekolah dampingan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, District Coordinator Save the Children Indonesia, Rina Zulwiyati, memaparkan tujuan monitoring serta pembagian tugas setiap tim dalam proses penilaian di 12 sekolah dampingan.
Baca Juga : Sah! dr. Ani Nurbani Nahkodai Kwarcab Pramuka Luwu Timur, Bupati Irwan Jadi Ketua Mabicab
Menurutnya, monitoring menjadi bagian penting untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
“Monitoring ini kita lakukan hari ini untuk melihat perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan, serta memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan,” papar Rina.
Melalui monitoring dan penguatan koordinasi lintas sektor, Pemkab Luwu Timur bersama Save the Children Indonesia dan para mitra berharap pelaksanaan Healthier Smiles Program semakin optimal.
Baca Juga : Berkat Program Pro-Rakyat, Irwan-Puspa Raih Penghargaan Bergengsi dari PWI Sulsel
Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, sekaligus mendukung anak-anak agar dapat tumbuh, belajar, dan berkembang dengan lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News