Jambore Tagana se-Sulsel, Gus Ipul Dorong Peningkatan Keterampilan Relawan Bencana

Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, pada Jambore Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Apel Siaga Bencana se-Sulawesi Selatan Tahun 2026, Makassar, Senin (26/10/2026). @jejakfaktacom/Humas Pemda Pangkep.

Keikutsertaan kontingen Tagana dari berbagai daerah dalam jambore ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas relawan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana di Sulawesi Selatan.

Jejakfakta.com - MAKASSAR - Peningkatan keterampilan menjadi salah satu fokus utama Jambore Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Apel Siaga Bencana se-Sulawesi Selatan Tahun 2026. Melalui kegiatan ini, para relawan diharapkan semakin terampil dan siap menjalankan tugas penanggulangan bencana, mulai dari tahap pencegahan hingga penanganan darurat.

Jambore dihadiri langsung Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Pangkep, serta seluruh kepala daerah se-Sulawesi Selatan. Kegiatan diikuti kontingen Tagana dari kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dan berlangsung pada 25–29 Oktober 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Dalam keterangannya, Gus Ipul mengatakan jambore menjadi kesempatan bagi anggota Tagana untuk meningkatkan kemampuan, bertukar pengalaman, dan belajar dari sesama relawan, khususnya mereka yang telah lama mengabdi dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, peningkatan keterampilan sangat penting agar anggota Tagana memahami apa yang harus dilakukan sebelum bencana terjadi, saat kondisi darurat, hingga setelah bencana berlalu.

Baca Juga : Musim Hujan Pangkep Mundur Sebulan, Petani Diimbau Atur Pola Tanam

“Dengan adanya jambore ini, keterampilan anggota Tagana diharapkan semakin meningkat. Mereka bisa berbagi pengalaman dan belajar kepada anggota yang sudah lebih lama mengabdi di Tagana,” ujar Gus Ipul.

Ia menegaskan, kemampuan relawan tidak hanya dibutuhkan ketika bencana terjadi. Tagana juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami potensi risiko bencana di lingkungan tempat tinggalnya. Karena itu, penguatan kapasitas Tagana turut dilakukan melalui program Tagana Masuk Sekolah dan pembentukan Kampung Siaga Bencana.

“Bagaimana mengajak masyarakat memahami kondisi objektif tempat tinggalnya. Jadi, ketika terjadi bencana, mereka sudah mengetahui harus berkumpul di mana dan jalur evakuasi yang harus dilalui,” jelasnya.

Baca Juga : Bagian Protokol Setda Pangkep Benahi Penjadwalan Kegiatan Pimpinan

Menurut Gus Ipul, relawan yang memiliki keterampilan dan pemahaman kebencanaan yang baik akan lebih siap membantu masyarakat menghadapi situasi darurat. Edukasi dan mitigasi yang dilakukan sebelum bencana dapat membantu mengurangi risiko serta dampak yang ditimbulkan.

Pada akhir kegiatan, Menteri Sosial menyerahkan piagam penghargaan kepada para kepala daerah dan kontingen atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian dalam upaya penanggulangan bencana, baik pada fase prabencana, tanggap darurat, maupun pascabencana.

Keikutsertaan kontingen Tagana dari berbagai daerah dalam jambore ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas relawan sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana di Sulawesi Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru