Armin Mustamin To Putiri Ingatkan Pengurus Golkar: Jabatan Bukan Tujuan, Pengabdian Jadi Ukuran Kader

Armin Mustamin To Putiri, saat menyampaikan materi sejarah dan filosofi Partai Golkar dalam Orientasi Pengurus DPD Golkar Sulawesi Selatan di Malino, Kabupaten Gowa, Sabtu (31/10/2026). @Jejakfakta/dok. IST.

Armin Mustamin To Putiri membekali pengurus Golkar Sulsel di Malino tentang sejarah, filosofi, dan pentingnya pengabdian nyata bagi masyarakat.

Jejakfakta.com, GOWA – Politisi senior Partai Golkar, Armin Mustamin To Putiri, mengingatkan jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan agar tidak sekadar memahami struktur dan atribut partai. Menurutnya, setiap kader harus memahami sejarah, filosofi, serta nilai perjuangan Golkar dan menerjemahkannya melalui kerja nyata untuk masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Armin saat membawakan materi Kegolkaran dalam kegiatan Orientasi Pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan di kawasan Bulutana, Malino, Kabupaten Gowa.

Di hadapan peserta orientasi, Armin menegaskan bahwa jabatan dalam kepengurusan bukanlah tujuan akhir dalam berorganisasi. Jabatan merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui kemampuan, integritas, loyalitas, dan pengabdian.

Baca Juga : Golkar Sulsel Tanam 62 Pohon di Malino, IAS Dorong Kader Jadi Pelopor Pelestarian Lingkungan

"Golkar dibangun dengan semangat menghimpun berbagai golongan dalam satu wadah perjuangan. Karena itu, karya dan pengabdian harus menjadi ukuran utama seorang kader," demikian salah satu pesan penting yang disampaikan Armin.

Mengulas Sejarah Panjang Golkar

Dalam pemaparannya, Armin mengajak para pengurus menelusuri sejarah kelahiran Golkar, mulai dari gagasan golongan fungsional, pembentukan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada 1964, hingga transformasinya menjadi partai politik pada era Reformasi 1998.

Baca Juga : Andi Tenri Indah Tutup Bimtek Posyandu Era Baru Kabupaten Gowa

Ia menjelaskan, kelahiran Golkar tidak terlepas dari dinamika pemikiran para pendiri bangsa mengenai sistem demokrasi dan keterwakilan masyarakat.

Gagasan golongan fungsional menjadi salah satu fondasi awal pembentukan Golkar sebagai wadah yang menghimpun berbagai kelompok masyarakat.

Armin juga menguraikan peran organisasi seperti KOSGORO, SOKSI, dan MKGR yang menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Golkar sebelum berhimpun dalam Sekber Golkar.

Baca Juga : IAS Prioritaskan Legislator Petahana Golkar untuk Pencalegan Mendatang, Kinerja Jadi Penentu

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah tersebut penting agar para kader mengetahui identitas dan akar perjuangan organisasi yang mereka jalankan.

Karya dan Pengabdian sebagai Filosofi Kader

Selain sejarah, Armin menekankan filosofi Golkar yang menempatkan karya dan pengabdian sebagai nilai utama.

Baca Juga : IAS Gembleng Kekompakan 200 Pengurus Golkar Sulsel Lewat Outbound di Malino, Bidik Soliditas Hadapi Pemilu

Seorang kader, kata dia, tidak semestinya hanya dinilai berdasarkan jabatan, latar belakang, maupun posisi dalam struktur organisasi. Hal yang lebih penting adalah kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia juga memaparkan perjalanan Golkar pada masa Orde Baru, perkembangan organisasi pendukung dan sayap partai, hingga perubahan sistem organisasi setelah memasuki era Reformasi.

Transformasi politik pada 1998 membawa perubahan terhadap sistem dan struktur organisasi Golkar. Meski demikian, Golkar tetap mempertahankan eksistensinya dalam dinamika politik nasional.

Baca Juga : Yellow Riding dan Yellow Camp, Cara Golkar Sulsel Bangun Kekompakan Pengurus di Malino

Pengurus Diminta Memahami Ideologi Organisasi

Armin menilai, orientasi pengurus menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman kader terhadap identitas dan nilai-nilai organisasi.

Menurutnya, mengenal struktur kepengurusan, lambang, mars, dan atribut partai saja tidak cukup. Setiap pengurus juga harus memahami sejarah kelahiran, filosofi, doktrin, serta nilai perjuangan Golkar.

Pemahaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi kader dalam menjalankan tugas organisasi sekaligus menjaga konsistensi perjuangan partai.

Materi Kegolkaran yang disampaikan Armin menjadi salah satu bagian pembekalan dalam rangkaian Orientasi Pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan di Malino.

Melalui kegiatan ini, para pengurus diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman organisatoris, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan Golkar melalui kerja, kontribusi, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Erwin Ijarta
Berita Terbaru