Unhas Perkuat Literasi AI Sivitas Akademika melalui Pelatihan Gemini Academic
Universitas Hasanuddin memperkuat literasi AI dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui Pelatihan Gemini Academic bersama Google.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) kini semakin dekat dengan kehidupan akademik. Teknologi ini tidak hanya menawarkan kemudahan dalam mengolah informasi, tetapi juga membuka peluang untuk mengubah cara dosen mengajar, mahasiswa belajar, dan tenaga kependidikan menyelesaikan pekerjaan administratif. Menyadari potensi tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusianya melalui pelatihan pemanfaatan AI generatif.
Pelatihan Gemini Academic ini diikuti oleh ratusan peserta dan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (30–31 Oktober 2026), bertempat di Aula Arsjad Rasyid, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Gemini Academic yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Google Indonesia, Google for Education, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Baca Juga : Diberi Amanah Menangkan Golkar di Sulsel, Hasrullah Yakin IAS Mampu, Ini Syaratnya
Ketua Lembaga Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial Unhas, Prof. Dr. Eng. Ir. Muhammad Niswar, S.T., M.InfoTech., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan sumber daya manusia Unhas dalam menghadapi transformasi digital.
Menurutnya, kehadiran teknologi AI perlu diimbangi dengan kemampuan pengguna dalam memahami dan mengoptimalkan berbagai fitur yang tersedia. Tanpa keterampilan yang memadai, potensi teknologi tersebut tidak akan sepenuhnya memberikan manfaat bagi peningkatan produktivitas dan kualitas pekerjaan.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap sivitas akademika Unhas semakin terampil memanfaatkan teknologi AI. Penguasaan berbagai fitur yang tersedia dapat membantu meningkatkan produktivitas, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta mendukung pengembangan proses pembelajaran dan layanan akademik," jelas Prof. Niswar.
Baca Juga : Aksi Red Card di Unhas Berujung Kekerasan, Mahasiswa Mengaku Dibubarkan Paksa
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber dari Google for Education, yakni Kristiyanto, S.H., MPP., dan M. Edward Ranggong. Keduanya memberikan pemaparan sekaligus pendampingan praktis mengenai penggunaan Gemini, termasuk pengenalan berbagai perangkat (tools) dan fitur yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan akademik maupun pekerjaan sehari-hari.
Melalui sesi praktik, peserta tidak hanya diperkenalkan pada cara kerja Gemini, tetapi juga diajak memahami penerapan teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Bagi dosen, AI generatif dapat dimanfaatkan sebagai perangkat pendukung untuk menyiapkan bahan pembelajaran dan mengembangkan materi perkuliahan. Bagi mahasiswa, teknologi ini dapat membantu eksplorasi informasi dan mendukung proses belajar. Sementara itu, bagi tenaga kependidikan, pemanfaatannya dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan administratif dan pelayanan.
Pelibatan tiga kelompok sivitas akademika tersebut menunjukkan bahwa penguatan literasi AI bukan semata-mata kebutuhan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem perguruan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Baca Juga : Terima Audiensi SAFEnet, Diskominfo Makassar Perkuat Komitmen Layanan Digital Ramah Disabilitas
Meski demikian, kemampuan menggunakan AI perlu disertai pemahaman mengenai batasan dan tanggung jawab dalam pemanfaatannya. Ketepatan informasi, integritas akademik, serta kemampuan berpikir kritis tetap menjadi aspek penting agar teknologi AI berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti kapasitas intelektual manusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News