IAS: Kader Golkar Harus Peka Isu Rakyat dan Aktif di Media Sosial

Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Media, Digital, dan Semiloka Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (6/11/2026). @Jejakfakta/dok. IST.

Ilham Arief Sirajuddin meminta kader Golkar Sulsel aktif di media sosial, menguasai teknologi digital, dan peka terhadap aspirasi masyarakat.

Jejakfakta.com, JAKARTA – Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), meminta seluruh pengurus dan kader Golkar di Sulsel beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Ia mengingatkan, kerja-kerja politik tidak cukup hanya dilakukan melalui aktivitas langsung di tengah masyarakat, tetapi juga harus hadir di ruang digital.

IAS menilai, media sosial kini menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk mencari informasi, menyampaikan aspirasi, sekaligus menilai kinerja organisasi politik.

Pesan tersebut disampaikan IAS saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Media, Digital, dan Semiloka Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga : Golkar Sulsel Sambangi Keluarga Korban Busur di Mamajang, Bantu Biaya Pemakaman

Menurut mantan Wali Kota Makassar dua periode (2004–2014) itu, perubahan pola komunikasi masyarakat harus diikuti dengan perubahan cara partai membangun kedekatan dengan konstituen.

"Politik itu dasarnya kan soal perasaan dan kepercayaan masyarakat. Pengurus Golkar di Sulsel, dari tingkat provinsi sampai desa, jangan cuma kerja di lapangan tapi bisu di medsos. Kita harus makin aktif pakai medsos dan teknologi baru untuk pamerkan kerja nyata Golkar ke warga," ujar IAS.

Ia menegaskan, penguasaan media dan teknologi digital bukan sekadar kebutuhan publikasi partai. Lebih dari itu, media sosial harus dimanfaatkan untuk memahami persoalan masyarakat dan merespons isu-isu yang berkembang.

Baca Juga : IAS Puji Regenerasi Golkar Pinrang, Bidik Kursi Terbanyak di Pemilu 2029

IAS mencontohkan persoalan lapangan pekerjaan hingga kenaikan harga kebutuhan pokok sebagai isu yang harus menjadi perhatian kader. Menurutnya, komunikasi politik harus berangkat dari persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

"Peka terhadap suara rakyat itu kuncinya. Kalau masyarakat lagi mengeluh susah cari kerja atau harga bahan pokok naik, narasi kita harus ke sana. Kita dengar dulu apa maunya rakyat, baru kita bantu cari jalannya," katanya.

IAS juga menyoroti pentingnya peran kader dalam menangkal informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Baca Juga : Surat Diskresi DPP Belum Terbit, Musda Golkar Enrekang Ditunda

Ia berpandangan, generasi muda kini semakin akrab dengan informasi berbasis konten digital. Karena itu, penyampaian informasi mengenai kegiatan dan kerja nyata partai perlu dikemas secara jujur, kreatif, dan menarik.

"Dengan melek media, saya yakini pengurus bisa tanggap memberi penjelasan yang jujur dan terang ke masyarakat setiap ada masalah di daerah," kata IAS.

Ia menambahkan, kader yang aktif memanfaatkan media sosial juga memiliki ruang lebih luas untuk menyebarkan informasi mengenai kegiatan dan kontribusi partai kepada masyarakat.

Baca Juga : Buka Musda XI Golkar Maros, IAS Tekankan Konsolidasi Tuntas hingga Desa dan Kelurahan

Dalam kegiatan Rakornas Media, Digital, dan Semiloka AI yang diselenggarakan Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar tersebut, DPD Golkar Sulsel mengutus empat delegasi.

Kegiatan itu dibuka langsung Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji. IAS hadir didampingi Ketua Harian Golkar Sulsel, Supriansa, dan Sekretaris DPD Golkar Sulsel, Rahman Pina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Erwin Ijarta
Berita Terbaru