Dengar Tuntutan Mahasiswa, Appi Janji Bahas Solusi Bersama di Balai Kota 11 November
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berdialog dengan mahasiswa dan menjanjikan pertemuan lanjutan pada 11 November untuk membahas tuntutan serta solusi persoalan kota.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berjanji membuka pembahasan lanjutan bersama mahasiswa untuk mencari solusi atas sejumlah persoalan Kota Makassar.
Komitmen itu disampaikan setelah Munafri menemui mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor Balai Kota Makassar, Jumat (6/11/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mendengarkan tuntutan. Munafri juga mengajak mahasiswa berdialog langsung mengenai persoalan keamanan kota, tanggung jawab pemerintah, hingga ruang pemberdayaan generasi muda.
Baca Juga : Tiga Komitmen Pemajuan Budaya Antar Makassar Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026
Dalam pertemuan itu, pria yang akrab disapa Appi tersebut memilih duduk melantai bersama mahasiswa di pelataran Balai Kota. Sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Makassar serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) turut hadir.
Appi menegaskan, aspirasi mahasiswa merupakan bagian penting dalam proses evaluasi pemerintahan. Menurutnya, kritik dan masukan masyarakat tidak semestinya dihindari, melainkan menjadi bahan untuk memperbaiki kebijakan dan pelayanan publik.
"Membangun kota tidak cukup hanya melalui kebijakan dari balik meja, tetapi juga membutuhkan keterbukaan untuk mendengar langsung keresahan dan harapan mahasiswa maupun masyarakat," ujarnya.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Ajak Gojek Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas di Makassar
Ia mengatakan, ruang dialog dibutuhkan agar pemerintah dapat memahami persoalan dari sudut pandang masyarakat sekaligus membicarakan langkah penyelesaiannya.
"Di sinilah ruang dialog menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar. Para mahasiswa menyampaikan pandangan, membicarakan persoalan yang menjadi perhatian bersama. Tentu kami pemerintah mencari solusi lewat duduk bersama," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Appi juga memberikan penjelasan mengenai tugas pokok dan fungsi, kewenangan, serta tanggung jawab Pemerintah Kota Makassar dalam merespons sejumlah tuntutan mahasiswa.
Baca Juga : Semarak HUT Makassar ke-419, Warga Bisa Nikmati Promo Gojek Lewat Lontara+
Terkait pengembangan potensi anak muda, ia memaparkan keberadaan Makassar Creator Hub (MCH) sebagai salah satu ruang pemberdayaan dan partisipasi generasi muda.
Sementara untuk persoalan keamanan, pemerintah kota mengaku telah berkoordinasi dengan jajaran TNI dan Polri. Camat dan lurah juga diinstruksikan meningkatkan patroli di wilayah masing-masing sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban kota.
"Tak hanya itu, pembinaan anak muda di OPD juga kami lakukan. Kami juga berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dan TNI, serta menginstruksikan camat dan lurah meningkatkan patroli di wilayah masing-masing," katanya.
Baca Juga : Cegah Sengketa Tanah Berujung ke Pengadilan, Pemkot Makassar Perluas Klinik Konflik ke Sembilan Kecamatan
Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa mendengarkan aspirasi harus diikuti dengan tindak lanjut. Karena itu, Pemerintah Kota Makassar membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk kembali bertemu dan membahas persoalan secara lebih mendalam.
Pertemuan lanjutan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu (11/11/2026). Agenda itu diharapkan menjadi ruang untuk mengurai tuntutan mahasiswa sekaligus merumuskan solusi konkret atas berbagai persoalan yang disampaikan.
"Kita akan bertemu pada hari Rabu, tanggal 11 November mendatang, guna membicarakan berbagai persoalan sekaligus mencari solusi konkret bagi Kota Makassar," tutup Appi. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News