Dispora Makassar Inisiasi Konservasi Terumbu Karang, Hadirkan ATM di Pulau Lanjukang

Kepala Dispora Kota Makassar, Syamsul Bahri, saat menghadiri peresmian program konservasi terumbu karang dan pemasangan artificial reef berbentuk Anjungan Terumbu Mandiri (ATM) di Pulau Lanjukang, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, yang diinisiasi Dispora Makassar pada Sabtu (7/11/2026). @Jejakfakta/dok. IST.

Kadispora Makassar Syamsul Bahri menginisiasi konservasi terumbu karang melalui artificial reef ATM di Pulau Lanjukang untuk memulihkan ekosistem laut.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar mengambil peran dalam upaya pelestarian ekosistem laut melalui program konservasi terumbu karang dan pemasangan artificial reef berbentuk Anjungan Terumbu Mandiri (ATM) di Pulau Lanjukang, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Program yang diinisiasi Dispora Makassar ini diresmikan pada Sabtu (7/11/2026), sebagai bentuk kolaborasi Pemerintah Kota Makassar, Bank Sulselbar, dan komunitas penyelam untuk memulihkan kawasan terumbu karang yang mengalami degradasi.

Kepala Dispora Kota Makassar, Syamsul Bahri, mengatakan kegiatan konservasi tersebut dilakukan melalui penanaman fragmen karang hidup dengan menggunakan sejumlah media khusus, di antaranya spider web atau rangka besi berbentuk jaring laba-laba serta meja beton.

Baca Juga : Vakum 10 Tahun, Appi Hidupkan Kembali Makassar Memancing untuk Dongkrak Wisata Bahari

"Bibit karang yang ditanam merupakan hasil budidaya yang dipersiapkan untuk memulihkan kawasan terumbu karang yang mengalami degradasi akibat perubahan suhu laut, pemanasan global, hingga aktivitas jangkar kapal," ujarnya.

Menurut Syamsul, penggunaan media artificial reef menjadi salah satu upaya mendukung pertumbuhan kembali terumbu karang sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem bawah laut di kawasan kepulauan Makassar.

Peresmian program tersebut dihadiri langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam kegiatan konservasi tersebut.

Baca Juga : Appi Apresiasi Mandiri Mikro Fest 2026, UMKM Makassar Didorong Naik Kelas

Munafri menegaskan, rehabilitasi terumbu karang bukan sekadar kegiatan penghijauan bawah laut, melainkan langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlangsungan kehidupan biota laut.

"Ini adalah upaya kita bersama, baik pemerintah kota, Bank Sulselbar, maupun teman-teman dari komunitas penyelam yang ada di Kota Makassar, untuk menjaga kelestarian laut dan pantai," ujar Munafri.

Ia menjelaskan, terumbu karang memiliki fungsi penting sebagai habitat berbagai biota laut sekaligus menopang keberlanjutan sumber daya perikanan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Baca Juga : Kolaborasi Bank Sulselbar dan Pemkot Makassar Pulihkan Terumbu Karang di Pulau Lanjukang

Karena itu, Wali Kota yang akrab disapa Appi tersebut meminta agar program konservasi yang diinisiasi Dispora tidak berhenti pada kegiatan peresmian semata.

Menurutnya, diperlukan pemantauan, pengawasan, dan perawatan secara berkala untuk memastikan fragmen karang yang ditanam dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

"Kita berharap inisiatif ini bukan hanya dilakukan dalam bentuk seremonial yang kemudian hilang, tetapi harus punya program berkelanjutan. Dijaga, dikontrol, dan dilihat bagaimana proses perkembangannya," tegasnya.

Baca Juga : Tiga Komitmen Pemajuan Budaya Antar Makassar Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026

Munafri juga membuka peluang untuk mereplikasi program serupa di sejumlah pulau lain di wilayah Kota Makassar. Perluasan kawasan rehabilitasi diharapkan mampu memperkuat perlindungan ekosistem laut sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat kepulauan.

"Kegiatan seperti ini akan kita duplikasi lagi di berbagai pulau yang ada di Kota Makassar. Kita ingin terumbu karang yang diaktivasi hari ini bisa menambah dan menjaga kelestarian laut kita," katanya.

Selain aspek lingkungan, Munafri menekankan bahwa pembangunan kawasan kepulauan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga : Dengar Tuntutan Mahasiswa, Appi Janji Bahas Solusi Bersama di Balai Kota 11 November

Menurutnya, pelestarian alam perlu diintegrasikan dengan pengembangan potensi ekonomi lokal agar masyarakat pulau turut merasakan manfaat pembangunan.

"Kita mau bagaimana bisa memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita, masyarakat yang ada di pulau, untuk bisa mendapatkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik lagi," ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat, nelayan, dan pengunjung pulau untuk berpartisipasi menjaga ekosistem laut, termasuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut serta menghindari aktivitas yang berpotensi merusak terumbu karang.

Pulau Lanjukang sendiri merupakan salah satu pulau terluar dalam gugusan Kepulauan Spermonde yang memiliki potensi wisata bahari. Hamparan pasir putih, air laut jernih bergradasi biru toska, serta kekayaan bawah laut menjadi daya tarik kawasan tersebut.

Potensi ini dinilai perlu dijaga melalui pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang dan masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Fauzi Andi Wawo, jajaran Bank Sulselbar, komunitas mancing, komunitas penyelam, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Makassar. Di antaranya Kadispora, Kadiskominfo, Kadispar, Kalak BPBD, Kadis Perikanan dan Pertanian, serta Camat Kepulauan Sangkarrang. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru