Air Surut, Wali Kota Makassar: Masyarakat Jangan Lengah

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto (topi biru). @Jejakfakta/ist

"Sesuai prediksi ramalan cuaca BMKG hujan ekstrem akan kembali pada Rabu dini hari tepatnya pukul 02.00 dini hari hingga pukul 10.00 pagi." Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

Jejakfakta.com, Makassar - Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan 'Danny' Pomanto mengimbau kepada masyarakatnya agar tidak lengah akibat air mulai surut.

Sebab, katanya, dalam prakiraan Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, hujan deras akan kembali terjadi.

BMKG Makassar memprediksi akan kembali terjadinya hujan deras yang dimulai pada dini hari, sekitar pukul 02.00 hingga 10.00 WITA, Rabu (15/2/2023).

Baca Juga : Efisiensi BBM Jadi Aksi Nyata, Appi Gowes Pagi Pantau Kebersihan Tiga Kecamatan di Makassar

"Sesuai prediksi ramalan cuaca BMKG hujan ekstrem akan kembali pada Rabu dini hari tepatnya pukul 02.00 dini hari hingga pukul 10.00 pagi," katanya, Selasa (14/2/2023) kemarin.

Danny Pomanto memerintahkan seluruh OPD-nya untuk tetap stand by 24 jam memastikan seluruh kebutuhan warga yang terdampak.

Ia pun menegaskan jika work from home (WFH) hanya berlaku untuk anak sekolahan. Tidak dengan OPD.

Baca Juga : Air Bah Sungai Kalimborang Terjang Maros, Dua Wisatawan Hilang Terseret Arus

Menurutnya, satgas-satgasnya telah ia gerakkan untuk membantu masyarakat Makassar yang terkena dampak banjir.

“Satgas-satgas terkait juga tidak henti mengeruk sampah pada drainase. Dapur umum Dinsos juga siap, bantuan juga sudah tersalurkan, Damkar, BPBD siap semua. Tim evakuasi pun demikian,” jelas Danny.

Danny pun mengingatkan agar warga jika ingin meminta untuk dievakuasi ke call center 112. 

Baca Juga : Dari Silaturahmi ke Strategi: Munafri Temui Jusuf Kalla, Bahas Arah Masa Depan Makassar

“Jika nantinya ada terjebak langsung hubungi 112. Gratis biaya telponnya, biar petugas langsung segera ke TKP untuk menolong,” ucap Danny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru