Korban Banjir Kodam III Butuh Uluran Tangan Pemkot Makassar

Anak-anak warga yang mengungsi di masjid akibat banjir yang merendam kompleks BTN Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/2/2023). [Foto dok. Atri/jejakfakta].

"Dapur umum tidak ada. Pas diminta katanya banyak titik. mungkin karena sering terkena musibah. Tapi harusnya kan rata bantuannya, kami juga tidak minta banjir, tidak ada suka begini, tidak ada pi yang pulang malah bertambah," kata Rosmawati kepada jejakfakta di lokasi pengungsian, Rabu (15/2/2023) pukul 10.00 Wita.

Makassar, jejakfakta.com - Banjir masih merendam kompleks BTN Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/2/2023). 

Warganya yang mengungsi menanti bantuan Pemerintah Kota Makassar.

Lurah Katimbang, Muhammad Haidir, melaporkan, sebanyak 279 jiwa warganya yang mengungsi. Pengungsi tergabung dari 76 kepala keluarga.

Baca Juga : Pemkot Makassar Dekatkan Layanan Adminduk ke Kelurahan, Warga Biringkanaya Kini Tak Perlu Antre Jauh

Mereka mengungsi di tiga lokasi sekitar Katimbang.

Banjir masih merendam kompleks BTN Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/2/2023).(Atri/jejakfakta).

Rosmawati sebagai koordinator pengungsi Katimbang, mengatakan, para pengungsi mendapat bantuan dari sejumlah relawan perguruan tinggi, dari keluarga Pangdam dan individu.

Baca Juga : Di Biringkanaya, Wali Kota Munafri Tekankan Pemilihan RT/RW Berjalan Jujur dan Transparan

Rosmawati mengaku telah meminta ke pihak pemerintah. 

"Dapur umum tidak ada. Pas diminta katanya banyak titik. Mungkin karena sering terkena musibah. Tapi harusnya kan rata bantuannya, kami juga tidak minta banjir, tidak ada suka begini, tidak ada pi yang pulang, malah bertambah [pengungsi]," kata Rosmawati kepada jejakfakta di lokasi pengungsian, Rabu (15/2/2023) pukul 10.00 Wita.

Warga mengungsi ke masjid akibat banjir yang merendam kompleks BTN Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/2/2023). (Atri/jejakfakta).

Baca Juga : Kadis DPPKB Makassar Lanjutkan Monitoring dan Evaluasi Program di Tiga Kecamatan

Rosmawati menyebut mencatat para pemberi bantuan yang datang menyalurkan.

"Kemarin yang kasih bantuan dari istrinya Pangdam sama tim Unhas nasi kotak, beras dan telur. UMI nasi kotak dan pemeriksaan kesehatan sama warga, dan ada juga tidak mau disebut namanya, nasi kotak. Kalau ini hari orang bawa dari pribadi, bukan pemerintah, di kota ji saya dengar dibagikan," tutur Rosmawati.


Baca Juga : Zudan Arif Tinjau Pengungsian Banjir di Biringkanaya, Dapur Umum Siap Layani 141 Jiwa Warga Terdampak

Para pengungsi berharap ada lagi bantuan makanan, minyak kayu putih, popok untuk anak-anak dan sebagainya. Pasalnya, banjir belum surut.

"Ya kalau bisa makanan sama minuman kami sangat butuh di sini," kata Rosmawati.


Baca Juga : Sekjen PDIP Sebut Reklamasi Sebagai Penyebab Banjir di Kota Makassar

Pantauan jejakfakta, ketinggian banjir di daerah tersebut selutut, sampai paha, hingga setinggi dada orang dewasa. 

Tak terlihat bantuan perahu di seantero lokasi banjir ini. Juga tidak ada posko bantuan atau posko BPBD kota Makassar.

Warga masih banyak yang tertahan di loteng atau lantai dua rumah mereka. 

Untuk memenuhi kebutuhan pokok, makanan dan minuman, korban banjir harus jalan kaki menorobos banjir.


Banjir melanda daerah ini dan sejumlah wilayah kota Makassar sejak Senin (13/2/2023).(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Atri Suryatri Abbas
Berita Terbaru