Dunia Percaya Indonesia Mampu Suarakan Solusi Permasalahan Air Global

Kick-off 10th World Water Forum di JCC, Senayan, Jakarta, (Dok. Jejakfakta.com/Infopublik.id)

World Water Forum merupakan forum lintas batas terbesar di dunia yang fokus dalam pembahasan isu-isu air dan mencari solusi global sebagai jawaban atas isu-isu tersebut.

Ajang 10th World Water Forum (WWF) akan diselenggarakan Mei 2024 mendatang. Rangkaian kegiatan pertemuan mulai digelar sejak Februari 2023. Dan Indonesia dipercaya dunia menyuarakan solusi atas permasalahan air global di sana 

Pertemuan 10th World Water Forum yang dilaksanakan di Indonesia selama satu tahun ke depan, diharapkan dapat berdampak pada pemenuhan air bagi seluruh masyarakat dunia.

Sehingga, dapat menghapuskan ketimpangan dalam mengakses dan pemenuhan kebutuhan air bersih. “Kami mencoba menemukan jenis solusi baru untuk membuat air lebih tersedia untuk miliaran orang,” kata Presiden World Water Council (WWC) Loic Fauchon ketika memberikan keterangan persnya.

Baca Juga : Kala Kombes I Made Agus Prasatya Duduk Lesehan Sarapan Pagi di Aspal bersama Jajarannya di Bali

Ada dua langkah strategis yang akan dilakukan saat pertemuan itu berlangsung yakni dengan melakukan pendekatan melalui membangun hubungan dengan pemerintah dan pendekatan secara politik dengan lembaga strategis di suatu negara.

Langkah pertama adalah pendekatan dengan membangun hubungan dengan instansi pemerintah. Dari pertemuan itu dapat membangun hubungan secara intensif dengan para pemerintah setempat dalam mengatasi sejumlah permasalahan air.

Dampaknya, dapat mempengaruhi secara kebijakan berkaitan dengan permasalahan air yang terjadi. “Untuk meyakinkan pemerintah. Bahwa, mereka harus berhenti mengabaikan air, di banyak negara, air bukanlah agenda utama,” seru Loic.

Baca Juga : World Water Forum ke-10 di Bali, Danny Pomanto: Momentum Jalin Keakraban antar Negara Sahabat

Dengan melakukan pendekatan secara politik dengan lembaga strategis di suatu negara. Caranya, dengan mengajak lembaga yang memiliki pengaruh luas kepada masyarakat untuk ikut menggaungkan agenda yang berkaitan dengan penanganan permasalahan air.

Dengan begitu, pesan tentang penanganan air global dapat sepenuhnya bergaung ke berbagai pelosok. “Kami punya solusi teknisnya. Kami memiliki solusi digital tetapi kami membutuhkan sayap politik. Kami membutuhkan keterlibatan semua pemangku kepentingan politik,” lanjut Loic.

Dia meyakini, Indonesia dapat membawa pesan berkaitan dengan penanganan permasalahan air global secara luas. Mengingat, adanya sambutan hangat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sepakat ajang tersebut harus menemukan solusi atas permasalahan air global yang terjadi.

Baca Juga : Danny Pomanto Dukung Aksi WWF Besok: Makassar Gelap 2023

Selama ini, ada kesenjangan yang cukup dalam mengakses sumber daya air berbagai penjuru.Terdapat daerah yang mudah mengakses sumber daya air secara masif.

Sebaliknya, terdapat negara yang terbatas mengakses sumber daya air. Disebabkan oleh, bencana maupun tercemarnya sumber air dengan penyakit. “Kami di sini karena air membuat menderita di seluruh dunia. Kami kadang-kadang kekurangan air. Terkadang kita memiliki terlalu banyak air,” tutur Loic.

Presiden Jokowi, tambahnya, setuju menjadi pembawa pesan berkaitan dengan penanganan permasalahan air global ini dalam pertemuan yang digelar pada beberapa pekan ke depan

World Water Forum ke-10 tahun 2024 terus mengadakan sejumlah acara sebagai rangkaian persiapan menuju acara puncak. Setelah penyelenggaraan National Stakeholders Forum (NSF) sebagai 3rd Announcement, Pemerintah Indonesia melanjutkan persiapan Kick Off Meeting pada 15-16 Februari 2023 di Jakarta Convention Center (JCC).

World Water Forum merupakan forum lintas batas terbesar di dunia yang fokus dalam pembahasan isu-isu air dan mencari solusi global sebagai jawaban atas isu-isu tersebut . World Water Forum ke-10 yang akan dilaksanakan pada 18-24 Mei 2024 nanti mengusung tema “Water for Shared Prosperity”.

Dengan membawa harapan bahwa World Water Forum menjadi ajang berbagai stakeholder dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman dan inovasi merespon berbagai tantangan pengelolaan air secara global. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru