Hasil Amdal Proyek Pembangunan Mal Pelayanan Publik Makassar Susutkan RTH
Pemkot Makassar menggelar konsultasi atau uji publik untuk lima proyek yang bakal dibangun tahun ini, termasuk uji Amdal ikut dibahas, karena salah satu proyek berkaitan dengan ruang terbuka hijau (RTH)
Analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) sangat diperlukan dalam membangun sebuah proyek, agar rencana kegiatan tidak berdampak buruk pada lingkungan dan masyarakat sekitar.
Tahun 2023 ini, ada lima proyek yang kerjakan di Kota Makassar. Ada yang dibawah naungan Pemerintah Kota Makassar dan juga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, juga swasta, tapi tetap harus diketahui Pemkot Makassar, karena dalam wilayahnya.
Kelima proyek itu adalah Makassar Government Centre (MGC) dan pembangunan tanggung di kawasan Sungai Tallo, yang berada di bawah naungan Pemkot Makassar. Lalu, Farm Field yang akan dibangun di kawasan GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, merupakan proyek di bawah naungan Pemprov Sulsel.
Baca Juga : TP PKK Makassar Gandeng BNN dan Dinsos, Perkuat Peran Keluarga Cegah Narkoba di Kalangan Generasi Muda
Kemudian ada dua proyek swasta yaitu Rumah Sakit Primaya yang akan dibangun di kawasan Hertasning, serta sebuah rumah sakit mata di kawasan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar
Pemkot Makassar pun menggelar konsultasi atau uji publik untuk lima proyek yang bakal dibangun tahun ini, termasuk uji Amdalnya ikut dibahas. Yang menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Ferdy Mochtar, mengatakan pembahasan komprehensif tentang Amdal ini sebenarnya, telah selesai sejak tahun lalu.
"Kini, saatnya melibatkan ahli dari berbagai pakar ilmu seperti ekonomi, sosial, unsur bangunan serta lingkungan untuk membahas mengenai Amdal. Seperti harapan Pak Wali bahwa semua dukungan Amdal ini konsisten apa yang dicapai dan betul-betul masyarakat bisa mengevaluasi, bisa melihat dan bisa mengontrol," kata Ferdy.
Baca Juga : Wabup Gowa Sisihkan Gaji Pribadi untuk Lawan Stunting, 200 Keluarga di Bajeng Terima Paket Gizi
Dari lima proyek tersebut, proyek Makassar Government Centre (MGC) atau disebut juga Mal Pelayanan Publik (MPP), yang paling banyak mendapatkan catatan. Pasalnya hal ini berkaitan dengan ruang terbuka hijau (RTH).
MGC ini rencananya akan dibangun di sekitar Taman Macan yang notabene adalah RTH. Dengan pembangunannya, maka akan mengakibatkan semakin berkurangnya RTH dari 11 persen menjadi 0,9 persen.
Terkait proyek ini, Konsultan Makassar Government Centre, Haris Djalante, menyarankan kepada Pemkot agar menyiapkan relokasi untuk tiga bangunan yang berdiri di atas lahan tersebut yakni Kantor Lurah Baru, Perpustakaan Kelurahan Baru dan Balai Penyuluhan KB Kecamatan Ujung Pandang.
Baca Juga : Festival Literasi Lutim 2026, Ribuan Anak Diajak Jatuh Cinta pada Buku Sejak Dini
"Di bagian atas nanti bisa sebagai roof top. Ini nanti bisa mengambil alih tempat sebagai taman, tempat senam dan ada tempat untuk rekreasi. Kalau kantor lurah sementara sudah disiapkan dana untuk sewa," katanya.
Selain itu, Pemkot juga harus mengganti pohon-pohon yang ditebang karena pembangunan MGC.
"RTH yang diambil akan diganti. Jadi, luas yang ada disini akan diganti dengan rooftop, pohon-pohon yang ada di sini akan diganti juga," kata Haris.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila, Munafri Ajak Warga Makassar Jaga Harmoni dan Perkuat Persatuan
Masalah lain yang dikhawatirkan akan terjadi akibat pembangunan MGC yaitu gangguan drainase. Pasalnya, ada tiang pancang yang akan ditancapkan pada drainase tersebut.
Jika drainase terganggu, maka sudah pasti akan menghambat aliran air. Terlebih lagi saat musim hujan atau cuaca ekstrem. Karena itu, hal ini patut menjadi perhatian Pemkot Makassar.
Nantinya, saluran drainase di sana harus diperlebar untuk mencegah terjadinya sumbatan. "Pak wali dan tim teknis itu akan menggeser ini dan menambah luasannya supaya gangguan terhadap aliran air tidak terganggu," seru Adisasmita.
Baca Juga : Lawan Tantangan Algoritma, Vokasi UNHAS dan KPU Selayar Bangun Demokrasi Kreatif Lewat Konten Digital
Dia pun memberikan masukan perihal MGC. Menurunnya, pembangunan infrastruktur harus memperhatikan kenyamanan warganya termasuk dalam hal akses transportasi.
Tak sedikit bangunan yang tidak menyediakan lahan parkir memadai sehingga mengakibatkan macet akibat pengunjung memarkir kendaraan di jalan. Pembangunan MGC harus memperhatikan ketersediaan lahan parkir agar mencegah kemacetan.
"Untuk transportasi memang untuk di daerah terutama di tengah kota, kita memang harus meminimalisasi dampak kemacetan," pungkasnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News