Pria yang Merusak Mobil Brio Dilepas, Kok Bisa?
"Saya mencabut laporan dari Polres Jakarta Selatan pada tanggal 12 Februari 2023. Saya meminta kepada polisi untuk menerapkan Restorative Justice." - Ari Widianto.
Jejakfakta.com - Pelaku pengrusakan mobil Brio, Giorgio Ramadhan (24) dilepas oleh Polres Jakarta Selatan karena korban, Ari Widianto (38) mencabut laporannya.
Alhasil, penyidik pun mencabut penangguhan penahanan Giorgio Ramadhan.
"Iya, penangguhan penanahanan dia mengajukan kemarin Jumat (18/2/2023) lalu. Sudah disetujui kemarin kata penyidiknya," kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, dikutip dari Kumparan, Senin (20/2/2023).
Baca Juga : Buruh Perempuan di Makassar Mengaku Diperas, Kini Diadili atas Tuduhan Penggelapan
Korban, Ari Widianto melaporkan masalahnya pada tanggal 12 Februari 2023, namun pada tanggal 18 Februari, ia pun mencabut laporannya.
Ari mencabut laporannya dikarenakan adanya itikad baik dari Gio sapaan karibnya. Giorgio diketahui telah meminta maaf dan memberikan ganti rugi kepada Ari Widianto.
"Saya mencabut laporan dari Polres Jakarta Selatan pada tanggal 12 Februari 2023. Saya meminta kepada polisi untuk menerapkan Restorative Justice," ucap Ari.
Baca Juga : Sidang Adat Toraya Jadi Ruang Pemulihan atas Polemik Candaan Stand-Up Comedy Pandji Pragiwaksono
Diketahui, Giorgio mengamuk dan sengaja menyeggolkan mobil Fortuner miliknya ke mobil taksi online yang dikendarai Ari Widianto.
Gio melakukan aksinya karena tidak terima saat diperingatkan memakai lampu dim untuk kembali ke jalurnya.
Pria berbadan besar ini pun langsung tersulut emosi akhirnya mengejar mobil taksi online yang dikendarai Ari.
Baca Juga : Bebas Lewat Restorative Justice, Pencuri Pisang di Gowa Minta Maaf dan Berjanji Tak Mengulangi
Ia kemudian mengeluarkan senjata yang diduga airsoft gun dan sebilah pedang mirip dengan pedang anggar ke arah Ari Widianto.
Bukan Pengaruh Alkohol
Saat Gio melakukan pemeriksaan, pihak berwajib memastikan bahwa Giorgio tidak dalam kondisi mabuk ketika merusak dan mengancam pengemudi taksi online tersebut.
Giorgio mengaku aksi kekerasan dilakukan karena tersulut emosi dengan sopir taksi online.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News