TBC Belum Selesai di Sidrap, 2023 Ditarget 439 Temuan Kasus Baru

Wasor TB Dinas Kesehatan Sidrap Supriyadi, M.Kes, saat pertemuan bersama para pemangku kepentingan TBC di Kampus Institute Kesehatan Muhammadiyah (Itkes) Sidrap, Selasa (21/2/2023). @Jejakfakta/dok SSR Yamali TB Sidrap.

Koordinasi terus dikuatkan untuk memastikan hubungan komunitas dan pemangku kebijakan tetap berjalan baik serta berbagi peran dalam menyukseskan penanggulangan TBC.

Jejakfakta, Sidrap - Sub-Sub Recipient (SSR) Yamali TB Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menargetkan 439 penemuan kasus baru Tuberkulosis (TBC) melalui investigasi kotak.

Tahun 2023, SSR Yamali TB Sidrap juga akan melakukan pencegahan TB dengan mendorong pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) kepada balita dan anak usia 0-14 tahun.

Hal itu disampaikan Koordinator Program SSR Yamali TB Kabupaten Sidrap, Salfiah, saat menggelar pertemuan bersama para pemangku kepentingan TBC yang terdiri atas Dinas Kesehatan, Petugas TBC Puskesmas dan puluhan Kader TBC Komunitas di Kampus Institute Kesehatan Muhammadiyah (Itkes) Sidrap, Selasa (21/2/2023). Menurutnya, pertemuan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan program TBC Komunitas.

Baca Juga : Bank Sulselbar Dorong Warga Sidrap Rencanakan Haji Sejak Dini, Gema Haji 2026 Jadi Momentum Literasi Keuangan Syariah

Menurut Salfiah, pertemuan ini dilakukan untuk membangun koordinasi progres capaian dan rencana kerja bersama serta memastikan bahwa hubungan kita komunitas dan pemangku kebijakan dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Puskesmas tetap berjalan baik serta berbagi peran dalam menyukseskan penanggulangan TBC.

"Rapat ini sebagai action dari hasil rakorwil Yamali TB Sulsel di Makassar pada pekan lalu. Di Sidrap persoalan TBC ini belum selesai dan masih banyak pekerjaan," ujar Salfiah.

Tahun 2023, kata Salfiah, dalam program ini, ditargetkan bisa menemukan 439 kasus baru.

Baca Juga : Kunjungan Wamenkes ke Gowa, Perkuat Perang Melawan TB dan 2.015 Kasus Jadi Fokus Eliminasi

"Dari sisi komunitas kita ditarget agar dapat menemukan 439 kasus baru, melakukan investigasi kontak kepada 430 indeks kasus 2022, serta melakukan pencegahan TB dengan mendorong pemberian TPT kepada balita dan anak usia 0-14 tahun," tuturnya.

Salfiah menjelaskan, ada berbagai upaya telah ia susun untuk dilaksanakan guna mencapai target-target yang diberikan dan sebagai bagian dari jalan perwujudan eliminasi TBC 2030.

Baca Juga : Munafri Dampingi Wamenkes RI Tinjau Inovasi “Hantu Mesra” di Makassar, Perkuat Pemberantasan TBC

"Tiga strategi di antaranya yang ia sebutkan adalah perluasan wilayah program baik di puskesmas maupun rumah sakit, penguatan kapasitas kader dan tim SSR, serta pelibatan lintas sektor," jelasnya.

Sementara itu, Wasor TB Dinas Kesehatan Sidrap Supriyadi, M.Kes, menyampaikan harapannya agar koordinasi dengan puskemas untuk selalu dikuatkan. Ia juga menekankan agar peran komunitas dapat terus diperluas di Sidrap termasuk dalam hal pendampingan pasien TBC RO. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru