Musywil Muhammadiyah-Aisyiyah Sulsel Resmi Dibuka, Semangat Fastabiqulkhaerat Digaungkan

Ketua PP Muhammadiyah, Dr Agung Danarto @Jejakfakta/dok. Khittah.com/M Amin)

Agung mengatakan musywil merupakan upaya untuk menguatkan jiwa berfastabiqulkhaerat, sebab jiwa berlomba dalam kebaikan Muhammadiyah yang sudah mendarah daging juga tetap memerlukan tanggapan dan pandangan satu sama lain dari PDM dan PCM.

Jejakfakta.com, Enrekang - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto, menjelaskan, bahwa kepemiminpinan Muhammadiyah memang berjalan dengan baik, tetapi tetap selalu memerlukan maitenance.

Hal itu disampaikan Agung Danarto saat membuka perhelatan Musyawarah Wilayah (Musywil) Ke-40 Muhammadiyah dan Aisyiyah yang diikuti puluhan ribu peserta dan penggembira di lapangan Abubakar Lambogo, Batili, Enrekang, Sabtu (4/3/2023).

“Jadi bukan penyegaran, tetapi disegarkan, istilahnya jika ada ranting yang layu maka ranting tersebutlah yang perlu disegarkan,” ucap Agung, dikutip Khittah.co.

Baca Juga : Pesan Menyejukkan Abdul Mu’ti di Syawalan Muhammadiyah Sulsel: Hindari Superioritas, Perkuat Persatuan Umat

Lebih lanjut, Agung mengatakan bahwa musywil juga merupakan upaya untuk menguatkan jiwa berfastabiqulkhaerat, sebab jiwa berlomba dalam kebaikan Muhammadiyah yang sudah mendarah daging juga tetap memerlukan tanggapan dan pandangan satu sama lain dari PDM dan PCM.

“Musywil ini juga momentum, untuk maju dan berkembang. Misi memajukan peradaban sebagaimana telah ditunjukkan umat Islam di masa lalu harus digairahkan dengan semangat fastabiqulkhaerat. Semangat ini kita pupuk dengan ilmu dan iman,” katanya.

Hampir senada dengan Agung, Ketua PWM Sulsel, Ambo Asse, yang menjelaskan tentang perjalanan kepemimpinam Muhammadiyah Sulsel 2016-2022, juga menitikberatkan tentang pentingnya musyawarah dalam menetapkan putusan dan program. Ia meminta bahwa bagaimanapun proses dalam musyawarah, namun setelah ada ketetapan maka semua mengikuti dan menjalani.

Baca Juga : Jadwal Buka Puasa Kota Makassar Selama Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

Ambo juga menceritakan banyaknya anggota PWM yang wafat dalam periode ini, dari Prof Ali Parman yang wafat pada 2016, dan wafatnya KH Abdullah Renre dan KH Iskandar Tompo pada tahun 2022.

"Kita doakan semoga beliau-beliau, diterima amal ibadanya dan di tempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Enrekang, Muslimin Bando menyatakan apresiasinya atas kepercayaan Muhammadiyah untuk menjadikan Enrekang sebagai tempat Musywil ke-40.

Baca Juga : Lokasi Salat Tarawih Muhammadiyah 17 Februari 2026 Malam di Makassar dan Sekitarnya

Bupati yang juga pernah sebagai Ketua PDM Enrekang ini menjelaskan bahwa pihaknya totalitas untuk melayani dan menyukseskan Musywil. “Ini secama Fastabiqulkhaerat ala pemerintah Enrekang, kita totalitas melayani, sejak pekan lalu, semua perangkat pemda kita gerakkan untuk melayani dan menyukseskan Musywil,” tegasnya.

Selain itu, Muslimin yang sebelumnya terlibat memantau sejumlah tahapan musywil juga memuji sistem dan cara pemilihan di Muhammadiyah yang menurutnya saat ini sangat layak dicontoh, dengan inovasi, transparansi, kerapian, ketertiban, dan kecepatan.

Ia menganggap bahwa sistem yang dipraktiikan pemilihan di Muhammadiyah semestinya dicontoh oleh KPU karena sangat efektif dan efesien.

Baca Juga : Dari Pemilihan RT/RW hingga Turun Langsung ke Warga, Akademisi Unhas Puji Kepemimpinan Munafri–Aliyah

Agenda musywil selanjutnya usai pembukaan secara resmi, akan dimulai dengam pleno penyusunan program dan isu starategis Muhammadiyah ke depan, untuk kemudian akan dilanjutkan dengan pemilihan formatur 13 PWM Sulsel periode 2022-2027. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru