Social Creative Coffee Expo Kementan Dorong Promosikan Kopi dari Petani
Tahun 2022, nilai ekspor komoditas kopi mencapai Rp. 16,4 triliun atau meningkat 23% dibandingkan nilai ekspor tahun 2021.
Jejakfakta.com, Makassar - Social Creative Coffee Expo, salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk mendorong penyerapan produk kopi di dalam negeri dan luar negeri, sekaligus menjalin kemitraan yang berkelanjutan antara petani dan pelaku usaha perkebunan.
Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat memberikan sambutan pada Social Creative Coffee Expo yang bertepatan dengan peringatan Hari Kopi Nasional yang jatuh setiap tanggal 11 Maret di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (12/3/2023). Menurutnya, hal ini juga dilakukan demi mendukung pencapaian peningkatan ekspor 3 (tiga) kali lipat atau Gratieks hingga tahun 2024.
"Terbukti pangsa pasar kopi semakin diminati dan tingginya konsumsi kopi kian meningkat, ditambah dengan menjamurnya UMKM kopi di dalam negeri, mendorong Kementerian Pertanian gelar Kegiatan Social Creative Coffee Expo," ujar Mentan SYL.
Baca Juga : HUT ke-27 Luwu Utara, Bupati Irwan Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Kemajuan Luwu Raya
Diketahui bahwa pada tahun 2022, nilai ekspor komoditas kopi mencapai Rp. 16,4 triliun atau meningkat 23% dibandingkan nilai ekspor tahun 2021.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan terus berupaya mendorong dan mempromosikan kopi dari petani agar melejit ke akses pasar yang semakin luas.
Kali ini, dari 41 produk kopi Indonesia yang sudah memiliki IG dimana Provinsi Sulawesi Selatan memiliki 3 kopi yang telah memiliki Indikasi Geografis (IG) seperti Kopi Arabika Toraja, Kopi Arabika Kalosi Enrekang dan Kopi Arabika Bantaeng.
Baca Juga : Kementan Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026, Pompanisasi Jadi Kunci
“Kedepannya, diharapkan kopi-kopi asal Indonesia dapat mengambil bagian di pasar domestik maupun semakin menggeliat tembus kancah internasional,” ujar Mentan SYL.
Kegiatan ini juga hadirkan para petani dan pelaku usaha perkebunan yang berasal dari kabupaten-kabupaten sentra kopi di Sulawesi Selatan dan 1 (satu) pelaku usaha dari Provinsi Sulawesi Tenggara.
Selain kegiatan pameran yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari ini, rangkaian kegiatan turut dimeriahkan dengan kegiatan Barista Teams Challenges yang babak penyisihannya telah dilaksanakan sejak tanggal 10 Maret 2023, Ngopi dan Ngobrol Bareng dengan Bapak Menteri Pertanian.
Baca Juga : LBH Pers Makassar Desak Kasus Kekerasan Jurnalis Darwin Fatir Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, Kopi komandan ini menjadi merk yang digunakan dalam mempromosikan kopi-kopi terbaik daerah di seluruh Indonesia.
"Kopi komandan didesain menjadi sarana promosi produk kopi dengan berbagai varian special yang memiliki kekhasan daerah. Langkah awal pengembangan kopi komandan akan diawali di Provinsi Sulawesi Selatan dengan menghadirkan kopi komandan di cafe dan toko," katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News