Awet Muda dan Berseri Efek Rajin Puasa

ilustrasi. (ist)

Para ahli barat di Barat meyakini bahwa ada mata rantai yang hilang pada pola makan manusia modern saat ini, yaitu berpuasa.

Walaupun banyak teori yang mengatakan puasa mampu mengobati berbagai penyakit, namun sebenarnya tidak demikian. Puasa bukan mengobati penyakit, melainkan memberi kesempatan kepada untuk istirahat dari rutinitas pekerjaan mengolah makanan dan minuman seperti biasanya, sehingga energi yang biasa digunakan oleh tubuh dalam bekerja mengolah makanan, akan digunakan untuk melakukan perbaikan-perbaikan kerusakan tubuh ketika puasa. Itulah sebabnya puasa mampu mengobati berbagai penyakit kronis.

Saat berpuasa, tubuh mengalami detoksifikasi secara secara alami.

Tidak adanya makanan yang biasa masuk ke dalam lambung, membuat organ-organ tubuh, seperti hati dan limpa, 'membersihkan diri'. Racun-racun yang dibuang pun 10 kali lebih banyak. Karena racun yang dikeluarkan lebih banyak biasanya, proses penuaan pun bisa dihambat untuk sementara. Itulah sebabnya bila kita melakukan puasa dengan benar, wajah kita akan tampak lebih berseri.

Baca Juga : Waktunya Anak-anak Mandi Hujan, Biar Kekebalan Tubuh Meningkat dan Kreatif

Para ahli barat di Barat meyakini bahwa ada mata rantai yang hilang pada pola makan manusia modern saat ini, yaitu berpuasa.

Ibnu Sina (980-1037 M), seorang dokter muslim kenamaan pada masanya, menerapkan konsep puasa untuk pasien-pasiennya. Ia selalu mengharuskan setiap pasien yang datang kepadanya untuk berpuasa selama tiga minggu. Bagi Ibnu Sina, puasa merupakan terapi efektif dan murah meriah dalam menyembuhkan penyakit pasien-pasiennya. Lebih jauh ia mengatakan: "Puasa sangat baik untuk mengobati berbagai penyakit kronis."

Bahkan di zaman modern sekarang ini, seorang dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin asal Amerika, Dr Robert Park, berpendapat bahwa tradisi mengosongkan perut dan menahan hawa nafsu, setelah diterapkan kepada pasien-pasiennya ternyata merupakan terapi mujarab dalam memberantas bakteri sifilis yang terkandung di dalam tubuh mereka. Dengan berpuasa, bakteri tersebut akan digantikan dengan zat-zat yang menyehatkan.

Baca Juga : Agar Perut Tak Buncit, Yuk Ikuti Cara Duduk Nabi Saat Makan

Dr Bernard Mackpadan yang juga pakar biologi berkebangsaan Amerika bahkan meyakini bahwa puasa merupakan cara jitu dalam memberantas setiap penyakit yang tidak bisa disembuhkan terapi yang lain.

Dr Edward Devi dari Amerika Serikat mengatakan," Makan kala sakit seperti kita memberi makan agar penyakit semakin kuat."

Husen A Bajry (2008: 63-66)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru