4 Bekal Cerdas Memasuki Bulan Ramadan
“Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa didasari ilmu, maka kerusakan yang ia perbuat lebih banyak daripada maslahat yang diperoleh.” (Majmu’ Al Fatawa Ibnu Taimiyah).
Awal puasa Ramadan 1444 Hijriah tinggal menghitung hari. Bulan penuh (bukan setengah) berkah, bulan ampunan, jangan sampai lalai mempersiapkan diri memasuki bulan suci.
Sekurang-kurangnya, siapkan empat bekal berikut ini:
Ilmu
Baca Juga : Alasan NU Tetap akan Rukyatul Hilal Penentuan 1 Ramadan
Dengan bekal ilmu yang cukup, tentunya kita akan dapat melakukan amal ibadah dengan baik dan benar. Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mengatakan,
مَنْ عَبَدَ اللَّهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِحُ
“Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa didasari ilmu, maka kerusakan yang ia perbuat lebih banyak daripada maslahat yang diperoleh.” (Majmu’ Al Fatawa Ibnu Taimiyah).
Baca Juga : Awet Muda dan Berseri Efek Rajin Puasa
Salah satu cara kita agar mengetahui ilmu tentang ibadah adalah dengan mempelajarinya dan bertanya kepada ahli ilmu. Jangan sampai apabila kita tidak mengetahui tentang sesuatu, kemudian kita malah menyimpulkan hukum sendiri sehingga kita terjatuh dalam kesalahan. Allah Ta’ala berfirman,
فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
Baca Juga : Alasan Medis Manusia Butuh Puasa
Tauhid
Tanpa tauhid, amal ibadah kita tidak ada nilainya di sisi Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَـقَدۡ اُوۡحِىَ اِلَيۡكَ وَاِلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِكَۚ لَٮِٕنۡ اَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ. بَلِ اللّٰهَ فَاعۡبُدۡ وَكُنۡ مِّنَ الشّٰكِرِيۡن
Baca Juga : Ada Bansos Momen Ramadan untuk 21,6 Juta Warga Kurang Mampu
“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, ‘Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi. Karena itu, hendaklah Allah saja yang engkau sembah dan hendaklah engkau termasuk orang yang bersyukur’.” (QS. Az Zumar: 65-66)
Taubat
Hati seorang hamba akan bersih apabila ia memperbanyak taubat. Sebelum memasuki bulan Ramadan, sudah sepatutnya kita membekali diri kita dengan taubat kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman,
Baca Juga : Awal Puasa Ramadan Kamis 23 Maret 2023 Menurut Resmi Muhammadiyah
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا تُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ تَوۡبَةً نَّصُوۡحًا ؕ عَسٰى رَبُّكُمۡ اَنۡ يُّكَفِّرَ عَنۡكُمۡ سَيِّاٰتِكُمۡ وَيُدۡخِلَـكُمۡ جَنّٰتٍ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sugai …” (QS. At Tahrim: 8).
Taubat adalah salah satu ciri dari hamba Allah yang baik. Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Doa
Doa adalah salah satu bekal penting bagi kita sebelum datangnya bulan Ramadan. Doa menunjukkan bahwa kita adalah hamba yang sangat lemah dan sangat butuh terhadap pertolongan Allah Ta’ala. Kita tidak dapat menjalankan amalan ibadah dengan baik kecuali dengan adanya izin dan pertolongan dari Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَك
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian’.” (QS Ghafir: 60)
Di antara doa yang dapat kita amalkan adalah doa yang Nabi ajarkan kepada Muadz bin Jabal. “Demi Allah, aku sungguh mencintaimu. Aku wasiatkan padamu, janganlah engkau lupa untuk mengucapkan pada akhir shalat (sebelum salam):
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
“Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)
Para sahabat radhiyallahu ‘anhum biasa melantunkan doa,
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
Oleh: Ahmad Fathan Hidayatullah, Dosen UII
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News