Soal Pemadaman Listrik, Ini Penjelasan PLN Sulselrabar

Ilustrasi perbaikan jaringan listrik PLN. @Jejakfakta/Foto: Dok. PLN

Petugas PLN sementara melakukan pengerjaan pemeliharaan infrastruktur secara menyeluruh dan pemadaman listrik diprediksi sampai tanggal 25 Maret 2023.

Jejakfakta.com, Makassar - PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menjelaskan terkait pemadaman listrik yang dilakukan di beberapa wilayah.

Pemadaman dilakukan untuk memaksimalkan peningkatan pelayanan dan kehandalan pasokan listrik di beberapa daerah di wilayah sulawesi selama Ramadan 1444 H.

Hal tersebut disampaikan Asisten Manajer Komunikasi dan Dtekholder, PLN Unit Induk Distribusi Sulselrabar.

Baca Juga : PLTS Hybrid Resmi Beroperasi di Samalona, Warga Kini Nikmati Listrik Sepanjang Hari

Agus Salim menjelaskan, pemadam listrik dibeberapa bagian dikarenakan adanya pemeliharaan yang dilakukan infrastruktur secara menyeluruh pada Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

"Ada pemiliharaan, jadi kita tidak bisa abaikan karena sudah waktunya sehingga dilakukan manajemen beban. Secara sistem Sulawesi, jadi bukan hanya Sulsel tapi juga Sulteng, Gorontalo dan Manado Sulut. Jadi kita bagi sesaui dengan teman-teman pengatur beban, dibagi per provinsi lalu di bagi di UP3," kata Agus Salim saat dihubungi jejakfakta.com Selasa (21/3/2023).

Pemadamaan bergilir tersebut sudah berlangsung selama 2 hari sejak tanggal 19 Maret 2023 di beberapa wilayah di Sulawesi yaitu Sulsel, Sulteng, Sulut, dan Gorontalo.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Dorong Optimalisasi Listrik Demi Tingkatkan Pendapatan Daerah

Sementara itu, ia mengungkapkan petugas PLN sementara melakukan pengerjaan pemeliharaan infrastruktur secara menyeluruh dan pemadaman akan diprediksi sampai tanggal 25 Maret 2023.

"Kita prediksi sampai tgl 25 Maret, karena sementara pengerjaan teman-teman di lapangan," ungkapnya.

Diketahui, sistem kelistrikan Sulbagsel telah terinterkoneksi mulai dari daratan di Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Kolaka Utara sampai dengan Kendari) dan juga Sulawesi Tengah (Palu). Saat ini, sebagian kecil pelanggan PLN di daerah tersebut akan mengalami manajemen beban beberapa saat. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Atri Suryatri Abbas
Berita Terbaru