Eva Ibu Hamil dan Anaknya Meninggal di Luwu Utara: Ditandu 17 Jam, Bupati Klarifikasi

Eva Yuliana ibu hamil dan anaknya yang meninggal dunia setelah ditandu belasan jam keluar dari pelosok Seko Kabupaten Luwu Utara.

Ibu hamil bernama Eva Yuliana. “Jam 07.00 Wita, korban ditandu oleh warga dari Kecamatan Seko menuju ke Kecamatan Rongkong. Setibanya di Rongkong sekitar pukul 23.00 Wita malam, korban pun langsung dirujuk mengunakan mobil ambulans ke rumah RSUD Andi Djemma Masamba," kata Amsal.

Masamba - Kabar ibu hamil dan anaknya meninggal dunia setelah ditandu belasan jam keluar dari pelosok Seko Kabupaten Luwu Utara sempat simpang siur soal penanganannya.

Ibu hamil bernama Eva Yuliana (18), warga Dusun Pokappaang, Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, dalam keterangannya, mengatakan, menurut laporan dari Dinas Kesehatan Luwu Utara, pada pemeriksaan pertama (K1), tenaga medis yang menangani merekomendasikan agar pasien dirujuk ke rumah sakit karena kondisi panggul yang sempit diperkirakan tidak memungkinkan melahirkan secara normal. Namun, pasien belum bersedia untuk dirujuk ke rumah sakit.

Baca Juga : Niat Tulus Membantu, Perjuangan 5 Tahun Dua Guru Luwu Utara Akhirnya Berbuah Rehabilitasi dari Presiden

Pasien kemudian dijemput menggunakan ambulans di wilayah di mana mobil masih bisa mencapai, yakni sekitar wilayah perbatasan Seko-Rongkong.

Pasien tersebut tidak ditandu sampai ke rumah sakit. Dinas Kesehatan akan segera mengeluarkan keterangan lengkap mengenai kronologis kejadian tersebut.

Dalam beberapa kasus, pasien seperti ini biasanya dirujuk dengan pesawat. Namun, pada hari itu tidak ada jadwal penerbangan yang tersedia.

Baca Juga : Wagub Fatmawati Rusdi Tutup STQH XXIII, Pinrang Runtuhkan Dominasi Makassar

Demikian keterangan Bupati Luwu Utara.

Eva Yuliana ibu hamil dan anaknya yang meninggal dunia setelah ditandu belasan jam keluar dari pelosok Seko Kabupaten Luwu Utara.

Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir, melaporkan, Eva meninggal dunia usai melahirkan bayinya di RSUD Andi Djemma Masamba. 

Baca Juga : Buka STQH XXIII, Gubernur Sulawesi Selatan Janjikan Hadiah Fantastis Untuk Pemenang

 “Dia meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD Andi Djemma Masamba,” kata salah warga Seko, Amsal saat dikonfirmasi, Selasa (21/3/2023).

Sabtu (18/3/2023), Eva Yuliani dilaporkan ingin melahirkan di kampungnya namun fasilitas kesehatan tidak memadai.

Kata Amsal, keluarga dan masyarakat akhirnya menandu Eva Yuliana sejauh kurang lebih 100 kilometer keluar Seko menuju ke Kecamatan Rongkong dan selanjutnya ke Kota Masamba. Perjalanan menandu kurang lebih 17 jam.

Baca Juga : Syaharuddin Alrif Dampingi Kafilah Sidrap di Pembukaan STQH Sulsel di Luwu Utara

“Jam 07.00 Wita, korban ditandu oleh warga dari Kecamatan Seko menuju ke Kecamatan Rongkong. Setibanya di Rongkong sekitar pukul 23.00 Wita malam, korban pun langsung dirujuk mengunakan mobil ambulans ke rumah RSUD Andi Djemma Masamba," kata Amsal.

"Minggu (19/3/2023) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari, korban pun tiba di RSUD Andi Djemma Masamba, kemudian jam 08.00 Wita pagi korban menjalani operasi sesar,” lanjutnya. 

Warga Seko menandu Eva ibu hamil dan bayinya meninggal dunia.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Apresiasi Permandian Air Panas Pincara di Luwu Utara, Ajak Majukan Pariwisata Daerah

Lanjut Amsal, kondisi korban usai operasi sempat memberikan membaik. Namun tak berselang lama korban meninggal dunia dan disusul anak yang baru dilahirkannya.

“Pada pukul 03.00 Wita dini hari Eva Yuliani meninggal dunia. Berselang 2 jam kemudian menyusul anaknya meninggal dunia,” ujar Amsal. Korban dan anaknya pun dibawa pulang ke kampung untuk dimakamkan. Puluhan warga menanti di ujung jalan beraspal untuk kembali menandu jenazah korban dan bayinya. 

“Korban dibawa pulang ke kampung. Setelah melewati jalan yang cukup bagus yaitu Rongkong, korban kembali ditandu beramai-ramai oleh warga menuju ke rumah duka di Desa Tanamakaleang, Kecamatan Seko,” tutur Amsal.

Amsal mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bukan pertama kali terjadi di masyarakat adat Seko. Kejadian serupa sudah terjadi berulang kali. Warga memang harus ditandu untuk menuju ibu kota Luwu Utara, karena kondisi jalan tidak memadai. 

“Akibat kondisi badan jalan yang tidak memungkinkan dilalui alat transportasi darat, sehingga masyarakat memilih berjalan kaki mengantar korban menuju rumah sakit yang ada di kota Masamba dengan jarak sekitar 150 kilometer dari Kecamatan Seko,” kata Amsal. 

Dia pun meminta Dinas kesehatan Luwu Utara untuk memprioritaskan daerah terpencil terkait penyediaan fasilitas kesehatan. 

“Karena Kecamatan Seko merupakan daerah yang terpencil mengakibatkan masyarakat sulit mendapatkan pelayanan dan fasilitas kesehatan serta akses jalan yang baik untuk menuju rumah sakit," ungkapnya. "Untuk itu Dinas Kesehatan Luwu Utara agar betul-betul bekerja dan memprioritaskan daerah terpencil guna mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi, sebagaimana Permenkes No. 90 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan terpencil dan sangat terpencil,” katanya.

Laporan: Kontributor Kompas TV Luwu Palopo, Amran Amir

Sumber: Kompas.com dan Humas Luwu Utara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru