Efek Makan dalam Keadaan Emosi

ilustrasi emosi. (Google).

Menurut pakar kesehatan Prof Dr Abdul Basith Muhammad as-Sayyid dalam kitabnya "at Taghdziyah an-Nabawiyah al-Ghadza baina ad-Daa wa ad-Dawa".

Nuansa yang tenang dan indah saat waktu makan sangat membantu proses pencernaan. 

Sebuah penelitian telah dilakukan di sebuah Universitas untuk mengetahui pengaruh emosi dan perasaan dalam proses pencernaan. Sebuah makanan disodorkan pada seekor kucing yang sehat dalam kandangnya.

Setelah kenyang, kucing itu pun tidur nyenyak melalui penyinaran sinar X, bisa terlihat bahwa proses pencernaan terjadi secara alami dan baik. Tiba-tiba kucing dikejutkan oleh kedatangan seekor anjing besar yang mencoba mengambil dan merebut makanannya, maka kucing itu pun kaget dan lari ketakutan. Melalui penyinaran sinar X terlihat bahwa proses pencernaan kucing saat itu terhentu selama lebih dari 4 jam.

Baca Juga : Waktunya Anak-anak Mandi Hujan, Biar Kekebalan Tubuh Meningkat dan Kreatif

Ternyata rasa takut, cemas, dan marah memiliki pengaruh khusus terhadap fungsi pencernaan manusia.

Sebagai bukti sederhana untuk menunjukkan hal tersebut, bisa dilihat dari para pasien yang datang ke rumah sakit untuj melakukan proses operasi. Terkadang pada pagi hari operasi mereka mengalami kencing gula yang disebut dengan "gula emosi", yang demikian itu merupakan gejala yang timbul akibat rasa takut dan cemas.

Demikianlah menurut pakar kesehatan Prof Dr Abdul Basith Muhammad as-Sayyid dalam kitabnya at Taghdziyah an-Nabawiyah al-Ghadza baina ad-Daa wa ad-Dawa (penerj. M Abdul Ghoffar dan HM Iqbal Haetami Lc, 2006: 238-239).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru