Pemerintah Lagi Siap-siap Impor Beras 500.000 Ton hingga 2 Juta Ton, Dua Bulan Lalu Juga Impor

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas saat menyambut langsung kedatangan beras impor tahap pertama di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (16/12/22). Buwas bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

Dua bulan lalu Pemerintah Indonesia mengimpor 500.000 ton beras dengan dua tahap, dimulai Desember 2022 sebanyak 200 ribu ton. Tahap dua Januari-Februari 2023 sebanyak 300 ribu ton.

Jakarta - Pemerintah Indonesia tetap impor beras. Rencananya total 2 juta ton tahun ini yang akan dimulai dengan segera mengimpor 500.000 ton tahap pertama.

Rencana ini terungkap pascarapat terbatas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menterinya, Jumat (24/3/23). Perum Bulog yang ditugaskan untuk mengimpor beras sebanyak 2 juta ton pada tahun ini. Yang menugaskan adalah Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Menindaklanjuti hasil rapat internal bersama Bapak Presiden tanggal 24 Maret 2023 dengan topik Ketersediaan Bahan Pokok dan Persiapan Arus Mudik Idul Fitri 1444 H, kami menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dari luar negeri sebesar 2 juta ton sampai dengan akhir Desember 2023. Pengadaan 500 ribu ton pertama agar dilaksanakan secepatnya," tulis salinan surat tugas impor beras tertanda Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, dikutip dari CNBC.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Hadiri Rakortas PSEL, Dorong Percepatan Pengolahan Sampah Jadi Energi

Surat tugas Bulog tersebut juga menerangkan bahwa beras impor nantinya dapat digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras (SPHP), bantuan beras kepada sekitar 21,353 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan lainnya.

Menurut surat, pengadaan beras dari luar negeri tersebut agar tetap menjaga kepentingan produsen dalam negeri serta memperhatikan aspek akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Surat tugas impor ditembuskan ke Presiden RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Sekretariat Negara, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri BUMN, dan Sekretaris Kabinet.

Baca Juga : Lampu Hijau Pemerintah Pusat, PSEL Makassar Resmi Dibangun di TPA Antang

2 Bulan Lalu Juga Impor Beras

Dua bulan lalu Pemerintah Indonesia mengimpor 500.000 ton beras dengan dua tahap, dimulai Desember 2022 sebanyak 200 ribu ton. Tahap dua Januari-Februari 2023 sebanyak 300 ribu ton.

"Impor beras berasal dari Vietnam, Thailand, dan sedikit dari Pakistan," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas saat menyambut langsung kedatangan beras impor tahap pertama di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (16/12/22).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Hadiri Rakor TPID, Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi Daerah

Buwas bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan datang menyambut beras impor tersebut.

Menteri Zulkifli menyampaikan, ia bertandatangan atas surat perintah dari Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dan Bulog terkait perizinan impor beras.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru