Yang Terjadi di Tubuh Orang yang Berpuasa
Para ahli barat di Barat meyakini bahwa ada mata rantai yang hilang pada pola makan manusia modern saat ini, yaitu berpuasa.
Makassar - Pakar kesehatan holistik Husen A Bajri menulis banyak manfaat luar biasa puasa bagi kesehatan.
Puasa menurut Husen, memberi kesempatan kepada tubuh untuk istirahat dari rutinitas pekerjaan mengolah makanan dan minuman seperti biasanya, sehingga energi yang biasa digunakan oleh tubuh dalam bekerja mengolah makanan, akan digunakan untuk melakukan perbaikan-perbaikan kerusakan tubuh ketika puasa. Itulah sebabnya puasa mampu mengobati berbagai penyakit kronis.
Saat berpuasa, tubuh mengalami detoksifikasi secara secara alami.
Baca Juga : Kurma Israel Kian Kuasai Dunia, Arab Saudi Nyaris Terkalahkan
Tidak adanya makanan yang biasa masuk ke dalam lambung, membuat organ-organ tubuh, seperti hati dan limpa, 'membersihkan diri'.
Racun-racun yang dibuang pun 10 kali lebih banyak. Karena racun yang dikeluarkan lebih banyak biasanya, proses penuaan pun bisa dihambat untuk sementara.
Itulah sebabnya bila kita melakukan puasa dengan benar, wajah kita akan tampak lebih berseri.
Baca Juga : Ketua MUI Imbau Jangan Larut Belanja di 10 Terakhir Ramadan
Para ahli barat di Barat meyakini bahwa ada mata rantai yang hilang pada pola makan manusia modern saat ini, yaitu berpuasa.
Ibnu Sina (980-1037 M), seorang dokter muslim kenamaan pada masanya, menerapkan konsep puasa untuk pasien-pasiennya.
Ibnu Sina selalu mengharuskan setiap pasien yang datang kepadanya untuk berpuasa selama tiga minggu.
Baca Juga : Itikaf 10 Terakhir Ramadan: Syarat, Rukun hingga Amalan Pentingnya
Bagi Ibnu Sina, puasa merupakan terapi efektif dan murah meriah dalam menyembuhkan penyakit pasien-pasiennya. Lebih jauh ia mengatakan: "Puasa sangat baik untuk mengobati berbagai penyakit kronis."
Bahkan di zaman modern sekarang ini, seorang dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin asal Amerika, Dr Robert Park, berpendapat bahwa tradisi mengosongkan perut dan menahan hawa nafsu, setelah diterapkan kepada pasien-pasiennya ternyata merupakan terapi mujarab dalam memberantas bakteri sifilis yang terkandung di dalam tubuh mereka. Dengan berpuasa, bakteri tersebut akan digantikan dengan zat-zat yang menyehatkan.
Dr Bernard Mackpadan yang juga pakar biologi berkebangsaan Amerika bahkan meyakini bahwa puasa merupakan cara jitu dalam memberantas setiap penyakit yang tidak bisa disembuhkan terapi yang lain.
Baca Juga : Jangan Lupa! Zakat Fitrah 2023 Segini Besarannya
Dr Edward Devi dari Amerika Serikat mengatakan," Makan kala sakit seperti kita memberi makan agar penyakit semakin kuat."
Saking Besarnya Pahala Puasa
Puasa merupakan ibadah jasadiyah (ibadah yang menuntut aktivitas fisik) yang pahalanya istimewa, besar.
Baca Juga : Presiden Minta Pejabat Sedekahkan Anggaran Buka Puasa Bersama kepada Anak Yatim Piatu
Saking istimewanya, malaikat pencatat amal pun tidak tahu pahala puasa, langsung ke Allah subhana wataala.
Dalam hadis qudsi Allah Swt berfirman, “Setiap amal kebaikan akan diberi pahala sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. (Adapun) puasa adalah untuk-Ku dan Akulah yang akan memberi pahala atasnya …” (HR At-Tirmidzi).
Dari Abu Saleh az-Zayyaat sesungguhnya dia mendengar Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata, Rasulullah saw bersabda: Allah subhana wataala berfirman: "Setiap amal ibadah anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku dan Aku akan memberi balasan atas puasa itu dan puasa adalah tameng (Hadis Riwayat al- Bukhari).
Ibadah puasa menjadi milik Allah Swt., dan Dia akan memberikan pahala yang sangat besar, bahkan manusia sendiri belum tahu secara pasti apa yang akan diberikan oleh Allah Swt. Inilah janji Allah Swt., dan sekali-kali tidak pernah Dia mengingkari janji-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya:
"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya'. Sesungguhnya Allah Swt tidak menyalahi janji." (QS. Ali Imran: 9).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News