Ribuan Ikor Ikan Mati Sungai Cileungsi Diduga Dampak Limbah Beracun

Ilustrasi. Ribuan ekor ikan di Waduk Kedung Ombo Boyolali, mati massal tahun 2018 silam. (Foto : antvklik-Agus S)

Puarman menjelaskan, aliran sungai yang membawa ikan-ikan dalam kondisi mati ini berlangsung lebih dari 24 jam.

Bogor - Sungai Cileungsi di Kabupaten Bogor diduga tercemar limbah beracun menyusul temuan ribuan ekor ikan mati di sungai tersebut pada Kamis (6/4/23) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Melansir Antara Senin (10/3) Kepolisian Sektor Cileungsi, Polres Bogor, turut melakukan penyelidikan mengenai penyebab ribuan ikan mati di Sungai Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, yang diduga akibat pencemaran limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

"Kami bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab matinya ikan-ikan tersebut," kata Kapolsek Cileungsi, Kompol Zulkarnaen dalam keterangannya di Bogor, Ahad (9/3).

Baca Juga : Cianjur Berstatus Tanggap Darurat Gempa Bumi hingga 20 Desember

Kepolisian Sektor Cileungsi, Polres Bogor, turut melakukan penyelidikan mengenai penyebab ribuan ikan mati di Sungai Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Ahad (9/4/23). [Foto: Antara]

Zulkarnaen menyampaikan, Polsek Cileungsi saat ini berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor dan beberapa instansi lain untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel air dari Sungai Cileungsi.

"Melakukan uji lab terhadap sampel air aliran sungai Cileungsi, guna mengetahui penyebab pasti matinya ikan-ikan yang berada di aliran Sungai Cileungsi tersebut," katanya.

Zulkarnaen menyebutkan, peristiwa matinya ribuan ikan di Sungai Cileungsi itu terjadi pada Kamis (6/4) sore sekitar pukul 16.00 WIB, sehingga mencuri perhatian warga.

Masyarakat sekitar memanfaatkan peristiwa tersebut dengan cara turun ke sungai dan mengambil ikan-ikan yang mati untuk dikonsumsi.

Sebelumnya, Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) menduga ribuan ikan yang mati di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akibat alirannya tercemari limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

"Patut diduga sumber pencemaran limbah antara jembatan Leuwikaret, Klapanunggal dengan jembatan Wika, Tlajung Udik," kata Ketua KP2C, Puarman.

Puarman menjelaskan, aliran sungai yang membawa ikan-ikan dalam kondisi mati ini berlangsung lebih dari 24 jam.

Puarman memperkirakan bahwa pencemaran terjadi dari hulu hingga hilir sungai dengan kepekatan pencemaran cukup tinggi yang mulai terjadi pada Kamis pekan lalu.(Sumber: Antara).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru