MUI Pusat Temukan Tayangan Ramadan Bermuatan Politik di Televisi Ini

Gun Gun Heryanto Wakil Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI dalam Ekspos Hasil Pemantauan Siaran Ramadhan 2023 paruh pertama, di Aula Buya Hamka Kantor MUI Pusat, Kamis (6/4/2023).

Gun Gun yang juga Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengingatkan banyaknya iklan politisi dan bakal calon presiden di Metro TV.

Laporan: MUI Pusat

Jakarta - Temuan pantauan yang dilakukan Tim Pemantau Tayangan Ramadhan MUI pada 10 hari pertama Ramadhan dari 23 Maret-3 April 2023 mendapati adanya unsur politik dalam tayangan program Ramadhan. Oleh karena itu, lembaga penyiaran diimbau untuk berhati-hati dengan konten politik di tayangan-tayangan Ramadhan.

Wakil Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI, Gun Gun Heryanto, menjelaskan terdapat sejumlah temuan tayangan yang berlabel Ramadhan tetapi ada muatan politiknya.

Baca Juga : Intip Rencana MUI Dirikan Tempat Pengobatan yang Sesuai Syariat Islam

Dia menyebutkan misalnya, dalam Program VVIP Kompas TV, terdapat konten yang bisa dikategorikan political publishity dengan unsur publisitas calon kepala daerah.

Gun Gun yang juga Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengingatkan banyaknya iklan politisi dan bakal calon presiden di Metro TV.

Dia menyebut antara lain Iklan Partai Demokrat yang menampilkan Edhie Baskoro Yudhoyono. Partai Demokrat adalah Koalisi Perubahan yang di dalamnya terdapat Partai Nasdem, iklan Politik Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor yang juga Ketua DPW Nasdem Kaltim, dan iklan iklan politik Anies Baswedan (Pesan Ramadan Anies Baswedan).

Baca Juga : Presiden Jokowi Ungkap: Biasanya Kasus Bullying Ditutup-tutupi untuk Lindungi Nama Baik Sekolah

Tayangan ini tepat sebelum adzan Maghrib. Padahhal Anies adalah capres Partai Nasdem. Di belakang iklan Anies selalu ada logo Partai Nasdem.

“Terutama ini belum waktunya kampanye, ketika identikkan Ramadhan dan itu berpotensi framing capres tertentu rasanya kurang pas, itu yang kita khawatir masuk kategori poliitasisi Ramadhan,” kata dia dalam ekspos hasil pantuan tayangan Ramadhan di Jakarta, Kamis (6/4/2023).

Dia mengajak lembaga penyiaran untuk berhati-hati agar jangan sampai ada publisitas politik baik dari capres tertentu, calon legislator, dan kepala daerah yang tunggangi program Ramadhan dengan massif dan eksesif sehingga masuk kategori ketidakpatutan.

Baca Juga : MUI Minta Guru Sekolah Serius Wujudkan Program Anti-Bullying

Sumber: mui.or.id

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru