Ditinggal Istri Pulkam, Staf Dekan FSH UIN Alauddin Makassar Ditemukan Meninggal Dunia
Korban meninggal saat dalam keadaan sendiri di rumahnya. Istri saat ini berada di kampungnya di Kabupaten Jeneponto, sedangkan anaknya berada di Pesantren.
Jejakfakta.com, Makassar - Mustafa (38), staf Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Jl. Sultan Alauddin Makassar, Selasa (11/4/2023).
Mustafa ditemukan sudah terbujur kaku sore hari kemarin. Ia ditemukan dalam kondisi sudah membengkak, namun tidak ada bekas luka pada bagian tubuh korban.
Penemuan jenazah Mustafa sempat menggegerkan warga sekitar tempat tinggalnya.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pembukaan Bali Tech Week 2026, Buka Peluang Kolaborasi Digital
"Tidak ada bekas luka, membengkak mi badannya, saya tadi (kemarin) sekitar setengah 4 sore menemukan," kata Muzakkir, saudara korban saat ditemui Jejakfakta.com di lokasi, Selasa (11/4/2023).
Muzakkir menceritakan, sehari sebelumnya ia masih sempat berkomunikasi dengan korban dan menyampaikan pesan bahwa korban tidak akan pergi ke kantor dengan alasan punya urusan lain.
"Tadi malam, dia sampaikan ke saya, besok pagi saya tidak ke kantor karena ada saya mau urus," ujar Muzakkir menceritakan komunikasi terakhir dengan korban.
Baca Juga : WALHI Sulsel Desak Prabowo Hentikan Karhutla di Kalimantan, Kualitas Udara Memburuk
Pesan lain, kata Muzakkir, korban juga menyampaikan bahwa dirinya akan pulang ke kampung di Kabupaten Jeneponto seusai menyelesaikan urusannya.
"Kalau selesai, rencananya saya mau ke Jeneponto. Itu komunikasi terakhir ke saya," katanya.
Pihaknya tidak mengetahui jika korban mengalami kondisi sakit parah. Ia mengaku korban hanya memiliki penyakit bisul yang sudah menahun.
Baca Juga : Bahlil Ungkap Penyebab Antrean BBM Subsidi di Makassar: Ada Peralihan Konsumsi hingga Modifikasi Tangki
"Kalau sakitnya, itu memang ada. Tapi, kalau penyakit dalam saya tidak tahu. Karena cuma bisul," jelasnya.
Korban meninggal saat dalam keadaan sendiri di rumahnya. Istri saat ini berada di kampungnya di Kabupaten Jeneponto, sedangkan anaknya berada di Pesantren.
Pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi korban dengan alasan tidak ada tanda-tanda bahwa korban mengalami pemukulan atau semacam lainnya
Baca Juga : Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Appi Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat
"Kita tolak autopsi karena saya lihat tidak ada luka apa-apa, seperti bekas pukulan. Karena kondisi jasad tidak memungkinkan terlalu lama tinggal. Takutnya membusuk," jelas Muzakkir.
Korban pun langsung di bawah ke kampung halamannya di kabupaten Jeneponto. "Diduga memang karena sakit atau kecapean. Kita langsung bawa ke Jeneponto," katanya.
Hingga berita ini dimuat, jejakfakta belum mendapat informasi resmi dari pihak kepolisian setempat. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News